(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Warna Warni

DIABETES BIANG SEGALA PENYAKIT, PERLUKAH NASI PUTIH DIGANTI NASI MERAH ?

JAKARTA – Salah satu risiko diabetes yang umum diketahui adalah tingginya asupan gula, garam, maupun lemak. Tak jarang, ada anggapan bahwa karena nasi putih merupakan sumber karbohidrat yang terdiri atas gula dan pati, maka konsumsinya juga berisiko menimbulkan diabetes.

Namun, menurut Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Metabolik dan Endokrinologi Prof Dr dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD, FINASIM, bukan nasi putih yang perlu jadi kekhawatiran. Hal yang paling penting adalah pola makan seimbang.

Keseimbangan itu, yakni pada komposisi karbohidrat sebanyak 50 persen, protein 20 persen, dan 30 persen lemak. Prinsipnya seperti itu, bukan pada soal nasi.

“Masalah nasi putih atau merah, saya kira itu cuma variasi, sedikit berpengaruh, tapi yang peting jumlahnya, kalau nasi merah setumpuk sama saja dibanding nasi putih secuil,” kata Prof Ketut di Jakarta, belum lama ini.

Jadi, konsumsi nasi putih terbilang aman jika dikonsumsi sesuai anjuran. Pedoman Prinsip Isi Piringku menganjurkan bahwa dalam satu piring setiap kali makan, setengah piring diisi dengan sayur dan buah, sedangkan setengah lainnya diisi makanan pokok dan lauk pauk.

“Makan seimbang istilahnya asupan kalori disesuaikan dengan berat badan kalau misalnya kita obesitas, kalau kita masih normal tapi mulai kurangi kalorinya nanti terlalu kurus jelek juga, kekurangan gizi,” ujar Prof Ketut.

Prof Ketut menyebut diabetes adalah biang dari segala penyakit. Sebanyak 40 persen lebih pasien tidak mengetahui penyakit yang dideritanya.
Sementara itu, sasaran berobat hanya di bawah 30 persen. Komplikasi dari diabetes bisa beragam, termasuk merusak pembuluh darah kecil yang berhubungan dengan mata, ginjal dan saraf. Selain itu, kerusakan pembuluh darah besar dapat berkaitan dengan kesehatanjantung.

Dampak diabetes adalah morbiditas sakit, keluhan kesehatan, hingga kualitas hidup yang tidak baik. Sebagian pasien menderita kelainan ginjal, kemudian harus mengalami kaki dipotong akibat luka yang tak kunjung sembuh, hingga kondisi strok yang membuat tidak bisa berjalan.

“Jadi kualitas hidup jelek. Berikutnya kematian tinggi, bergantung mulai usia sakit, bisa enam tahun lebih pendek daripada mereka yang nondiabates,” ujarnya.

Untuk mencegah diabetes, sangat penting memiliki pengetahuan sedini mungkin. Jika pengidap diabetes sudah mengalami komplikasi ke ginjal maka perlu diintervensi dengan baik, sehingga tidak mudah jatuh ke gagal ginjal.

“Fungsi ginjal juga sangat erat kaitannya dengan jantung. Jadi memperbaiki ginjal juga menyelamatkan jantung,”ujarnya.(*/Ya)

orbit

Recent Posts

MYKAHURIPAN HADIRKAN DENGAN TAMPILAN BARU, SIAPKAN APRESIASI UNTUK PELANGGAN

CIBINONG – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terus memperkuat transformasi digital pelayanan pelanggan…

1 minggu ago

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

3 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

3 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

4 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

5 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

6 bulan ago