(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Santap Ria

LONTONG JADI SAJIAN KHAS PERAYAAN CAP GO MEH, INI ALASANNYA

JAKARTA – Di Indonesia, perayaan Cap Go Meh begitu lekat dengan sajian lontong Cap Go Meh. Mengapa demikian?
Tak ubahnya sebuah perayaan, Cap Go Meh juga tak lengkap tanpa sajian-sajian khas yang mewarnainya.

Ada beberapa sajian yang selalu hadir dalam perayaan ini. Di antaranya adalah kue keranjang, onde-onde, dan lontong Cap Go Meh.

Makanan-makanan ini biasanya disajikan saat momen kumpul keluarga.

Lantas, mengapa perayaan Cap Go Meh identik dengan lontong? Berikut ini penjelasan mengenai asal-usul lontong yang menjadi sajian khas perayaan Cap Go Meh.

Di China, perayaan Cap Go Meh dimeriahkan dengan sajian yuanxiao atau tangyuan.

Melansir dari The Works of Life, yuanxiao merupakan pangsit dari tepung ketan dengan beragam isian baik manis maupun asin.

Bagaimana dengan Indonesia? Ternyata perayaan Cap Go Meh di tanah air diramaikan hidangan lontong Cap Go Meh. Hidangan ini jadi salah satu bentuk perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa.

Dalam tradisi masyarakat Jawa terutama umat Islam, terdapat kupatan untuk menyemarakkan Idul Fitri. Masyarakat berkumpul di masjid dan berdoa memohon keselamatan.

Dalam gelaran ini pula, disajikan ketupat. Ketupat merupakan sajian berupa padatan beras yang dibungkus anyaman kelapa berbentuk persegi. Ketupat biasanya disantap bersama opor ayam.

Kebiasaan orang Jawa ini pun ditiru warga Tionghoa untuk membuat hantaran dalam perayaan Cap Go Meh. Pun hantaran seperti ini terbilang halal karena tidak mengandung babi.

“Mereka pun punya akal. Ketupat dibikin lonjong, dan dipotong sehingga membentuk lingkaran lambang bulan purnama,” kata Budayawan Jongkie Tio beberapa waktu lalu.

Kemudian agar hidangan ‘sah’ disajikan, lontong diberi pelengkap berupa bubuk kedelai, docang atau parutan kelapa dan kedelai yang dikukus dan abing atau parutan kelapa manis.

Jongkie menjelaskan kedelai adalah pangan multifungsi dan mengandung harapan akan kedatangan rezeki. Kelapa berwarna putih melambangkan kesucian dan harapan akan hidup yang serba baik.(*/Tya)

orbit

Recent Posts

MYKAHURIPAN HADIRKAN DENGAN TAMPILAN BARU, SIAPKAN APRESIASI UNTUK PELANGGAN

CIBINONG – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terus memperkuat transformasi digital pelayanan pelanggan…

1 minggu ago

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

3 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

3 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

4 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

5 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

6 bulan ago