(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Histori

MESJID TERTUA DI BITUNG SUDAH ADA SEBELUM INDONESIA MERDEKA

MASJID Jami An Nur adalah masjid tertua di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Masjid ini sudah ada sejak Indonesia belum merdeka.

Meskipun mayoritas beragama Kristen, tetapi di Kota Bitung kita masih bisa menemukan masjid dan masyarakat muslim yang tinggal di sekitarnya. Salah satu yang patut dikunjungi traveler adalah Masjid Jami An Nur yang merupakan masjid tertua di Bitung.

Atas undangan dari Dinas Pariwisata Kota Bitung, detikTravel bersama rombongan media dari Jakarta berkunjung ke Masjid Jami An Nur pertengahan bulan lalu. Saat rombongan kami datang, suasana masjid sedang sepi.

Maklum saat itu jam salat Zuhur telah lewat. Apalagi saat itu sedang hari Senin (18/2). Banyak warga sedang beraktivitas di kantor atau pun di bidang pekerjaan lainnya.

Kami pun bertemu dengan Ramli Momonto, Imam Masjid sekaligus warga asli Kelurahan Girian Bawah, tempat dimana Masjid An Nur berada. Ramli bercerita soal asal usul masjid tertua di Bitung ini.

“Ini masjid tertua di Bitung. Sudah ada sejak leluhur-leluhur kami masuk dan membangun Girian. Masjid ini diberi nama oleh Habib Idrus, pendiri Yayasan Al Khairat. Beliau memberikan nama masjid ini sekitar 74 tahun yang lalu, jadi sekitar tahun 1944,” kisah Ramli.

Sebelumnya, masjid ini berdiri tanpa nama. Bangunannya dulu juga masih kecil. Seiring berjalannya waktu dan makin bertambahnya jamaah, masjid pun mulai direnovasi sekitar tahun 1966-1969.

Meski sudah mengalami proses renovasi, tetapi bangunan masjid masih memperlihatkan ciri khas arsitekturnya. Menurut Ramli, masjid ini didesain oleh para leluhur mereka, jadinya akan tetap dipertahankan seperti asli.

“Desainnya leluhur kita, para pemuka-pemuka agama. Tiang masjid ada 4 itu asli, masih ada kayunya di dalam. Mimbar juga masih tetap asli,” imbuh Ramli.

Penuh dengan sejarah, Masjid Jami An Nur sudah jarang digunakan untuk salat. Keberadaan Masjid Jami baru yang lokasinya tak jauh dari Masjid An Nur jadi alasan mengapa masjid ini sekarang mulai ditinggalkan. Jamaah laki-laki lebih sering salat di masjid baru.

Masjid Jami An Nur kini lebih banyak digunakan untuk Syiar Islam. Masjid ini sekarang sering digunakan sebagai tempat Majlis Talim khusus ibu-ibu yang tinggal di sekitar masjid. Terkadang digunakan juga sebagai tempat salat tarawih bagi ibu-ibu.

Meski sudah jarang dipakai, tapi Masjid Jami An Nur tetap menjadi saksi bisu sejarah panjang Kota Bitung. Traveler bisa berkunjung ke sini untuk berwisata religi sekaligus wisata sejarah di Bitung. (*/El)

Redaksi

Recent Posts

TIRTA KAHURIPAN DUKUNG PENUH BUPATI BOGOR CUP TOUR MALSARI HALIMUN SALAK 2025

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Bogor sukses menggelar…

7 hari ago

PASAR RAKYAT CITAYAM DIREVITALISASI MENJADI NYAMAN DAN BERSIH BAGI PEDAGANG DAN PEMBELI

CIBINONG – Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor telah merevitalisasi Pasar Rakyat Citayam secara keseluruhan mulai…

2 minggu ago

TIRTA KAHURIPAN : KALDER AIR MANCUR, JEJAK SEJARAH DISTRIBUSI AIR BERSIH

BOGOR – Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Tedi Kurniawan, menegaskan bahwa Kelder Air…

2 minggu ago

SURVEI KEPUASAN PELANGGAN,TIRTA KAHURIPAN TINGKATKAN KEUALITAS PELAYANAN

CIBINONG – Sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan kembali…

1 bulan ago

APLIKASI MYKAHURIPAN LEBIH CEPAT DAN MUDAH

CIBINONG - Kini aplikasi kepelangganan milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan memiliki fitur yang lebih…

2 bulan ago

PEMANCANGAN TIANG PANCANG PASAR RAKYAT LEUWILIANG, AWAL KEBANGKITAN EKONOMI PASCA KEBAKARAN

CIBINONG - Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor resmi memulai tahap pembangunan Pasar Rakyat Leuwiliang, yang…

2 bulan ago