(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Asal Usul

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati para sejarawan memiliki beragam sudut pandang mengenai teori asal-usul serta waktu kedatangannya, seluruh pendapat tersebut sepakat menyebut Pulau Sumatera sebagai titik awal masuknya Islam di Tanah Air.
Pada Maret 2017, pemerintah meresmikan Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara yang ada di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Berikut adalah uraian lengkap sejarah Sumatera menjadi salah satu titik awal jejak Islam di Nusantara.

Masuknya Islam di Sumatera
Sumatera diyakini sebagai pintu gerbang utama masuknya Islam di Nusantara. Meski para ahli sejarawan berpendapat mengenai teori dan asal-usul masuknya Islam ke Tanah Air, seluruh gagasan tersebut bermuara pada satu kesimpulan, yakni Sumatera merupakan titik awal masuknya ajaran Islam di Nusantara.

Hal ini sebagaimana terangkum dalam buku Sejarah Pendidikan Islam oleh Noer Rohmah dan Agus Salim Salabi, yang mencatat berbagai teori masuknya Islam di Nusantara sebagai berikut.

1. Teori India
Teori yang dikemukakan oleh Pijnappel, Snouck Hurgronje, Moquette, dan Fatimi ini menyatakan Islam pertama kali menjajaki Nusantara melalui India pada abad ke-13 M. Akibat kurangnya bukti keterlibatan langsung bangsa Arab dengan masyarakat Nusantara, teori ini menyebut proses islamisasi di Indonesia dilakukan melalui India, terutama Gujarat dan Malabar. Teori ini diperkuat oleh adanya hubungan dagang antara Sumatera dan Gujarat.

2. Teori Arab
Teori Islam memasuki Nusantara dibawa bangsa Arab dikemukakan oleh Sir Thomas Arnold. Teori ini menyebut Islam pertama kali masuk ke Nusantara dibawa langsung dari Arab, bukan melalui India atau Persia. Menurut teori ini, Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 Masehi, saat kedatangan pedagang Arab yang menjalin hubungan dagang dengan wilayah Sriwijaya, Sumatera.

Teori ini dikuatkan oleh kesamaan mazhab yang dianut oleh masyarakat Islam di Coromandel dan Malabar dengan masyarakat Nusantara, yakni mazhab Syafi’i.

3. Teori Persia
Teori yang diutarakan oleh P.A. Hoesein Djajadiningrat ini menyebut Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13 M melalui wilayah Sumatera dengan pusat persebarannya di Kerajaan Samudera Pasai. Teori ini didukung salah satunya dengan adanya tradisi Asyura, peringatan 10 Muharram yang berkembang di masyarakat Syiah sebagai peringatan wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husain bin Ali.

Penyebaran Islam di Sumatera
Mengutip buku Sejarah Islam Nusantara karya Rizem Aizid, Islam pertama kali masuk wilayah Sumatera Utara yang meliputi tiga daerah, yakni Barus, Aceh, dan Mandailing. Setelah berhasil menyebar di tiga kawasan Sumatera Utara ini, Islam kemudian menjangkau seluruh bagian Sumatera.

Arus Penyebaran Islam di Sumatera Utara
Arus penyebaran Islam pertama di Sumatera Utara bermula di Kota Barus, sebuah kota yang terkenal berkat perdagangan hasil bumi, yakni kapur barus dan kemenyan. Hasil bumi ini diperdagangkan hingga ke daratan Tiongkok, Armenia, Arab, dan Mesir. Jalinan perdagangan inilah yang memperkuat teori Islam memasuki Sumatera.

Pada saat itu, Kota Barus memiliki peranan penting bagi lahirnya Islam di Nusantara, termasuk berdirinya perkampungan muslim pertama di Tanah Air.

Setelah di Barus, arus penyebaran Islam di Sumatera merambah ke wilayah Aceh. Pada saat itu, Aceh termasuk kota dengan pelabuhan terbesar selain Barus, sehingga pedagang dari Persia yang singgah di Barus turut menyambangi Aceh pula. Interaksi perdagangan inilah menjadi penyebab terjadinya proses penyebaran agama Islam yang lebih serius daripada di Barus.

Salah satu bukti seriusnya ajaran Islam memasuki Aceh adalah berdirinya Kerajaan Samudra Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara, meski bukan secara de facto karena yang pertama adalah Kerajaan Perlak.

Gelombang ketiga penyebaran agama Islam di Sumatera adalah di Mandailing, wilayah Tapanuli Selatan melalui ekspedisi Paderi. Dua tokoh utama yang berperan penting dalam arus penyebaran ini adalah Tuanku Rao dan Tuanku Tambusai. Proses islamisasi yang dilakukan oleh kedua tokoh ini pada akhirnya menjadikan Mandailing masa kini, yang meliputi Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Padang Sidempuan sebagai daerah dengan persentase pemeluk Islam terbanyak di Sumatera Utara.

Arus Penyebaran Islam di Sumatera Barat
Masuknya Islam di Sumatera Barat terjadi pada abad ke-7 bersamaan dengan proses islamisasi di Sumatera Utara. Sejarah mencatat Islam pertama kali masuk ke Minangkabau Timur kemudian menyebar ke wilayah Sumatera Barat lainnya melalui para pedagang. Perkembangan Islam di Sumatera Barat bergerak sangat pesat setelah Kesultanan Aceh dipimpin oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar.

Islam juga turut masuk ke daerah pedalaman Minangkabau, sehingga kerajaan Hindu-Buddha di daerah tersebut mulai mendapat pengaruh Islam, yakni Kerajaan Pagaruyung. Terdapat seorang ulama terkemuka dari Kerajaan Pagaruyung yang berperan aktif dalam menyebarkan ajaran Islam, yakni Syekh Burhanuddin. Beliau dikenal sebagai pembawa aliran Tarekat Syattariyah ke Minangkabau untuk pertama kalinya.

Jejak Sejarah Islam di Sumatera
Berikut adalah jejak sejarah Sumatera menjadi salah satu titik awal masuknya Islam di Nusantara.

1. Makam Tua di Kompleks Pemakaman Mahligai, Barus
Makam ini memiliki nisan bertuliskan Syekh Rukunuddin yang wafat pada 672 M/48 H. Penemuan makam ini memperkuat dugaan bahwa Islam telah masuk Nusantara sejak awal awal Rasulullah SAW dan para sahabatnya berdakwah menyebarkan ajaran Islam.

2. Makam Islam Tertua Melebihi Makam Sultan Malik as-Saleh
Makam Tuhar Amisuri menjadi salah satu makam tertua, berusia 94 tahun lebih tua dibanding makam Sultan Malik as-Saleh, Raja Pertama Kerajaan Samudra Pasai.

3. Makam Pemuka Ajaran Islam di Indonesia
Penemuan makam tuan Syekh Mahmud Barus, salah satu pembawa syiar agama Islam di Indonesia juga menjadi bukti sejarah Sumatera menjadi titik awal masuknya Islam di Nusantara.(*/Sa)

orbit

Recent Posts

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

2 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

2 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

2 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

2 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

2 jam ago

Juega gratis en las mejores tragamonedas en línea sin necesidad de registro.

Diviértete con sus miles de máquinas tragamonedas y disfruta de la emoción de los juegos…

17 jam ago