(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Tempat Asik

SEBENTAR LAGI SOLO AKAN PUNYA WATERBOOM

SOLO – Kota Solo bakal memiliki wahana wisata waterboom. Pembangunan wisata tersebut dilakukan dengan skema kerjasama pemanfaatan aset yang dimiliki Pemkot dan menggandeng investor.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Solo, Yosca Herman Soedrajat, mengatakan Pemkot memiliki aset berupa lahan hak pakai (HP) bekas Pondok Persada Jurug Jebres. Lahan tersebut memiliki luas 72 ribu hektare.

Lahan itu telah ditawarkan kepada empat investor. Ada dua investor yang tertarik dan menyatakan minat untuk membangun waterboom.

Nilai investasi proposal yang diajukan pertama mencapai Rp 30 miliar. Nilai tersebut kemudian dinaikkan menjadi Rp 60 miliar setelah melihat situasi dan kondisi di lapangan.

“Nanti akan ada prosedur lelang dan sebagainya, kami percepat untuk investasi. Mungkin nanti mulai ground breaking Agustus tahun ini,” papar Yosca kepada wartawan di Solo, (4/4).

Melalui kerja sama pemanfaatan aset tersebut, Pemkot akan memberikan jangka waktu kontrak maksimal 30 tahun. Prosesnya akan dimulai dengan presentasi investor yang akan dilakukan pekan depan. Setelah presentasi, akan dilakukan studi kelayakan atau feasibility studiy (FS), baru kemudian masuk tahapan lelang.

“Karena ini wisata, saya minta jangan kalah dengan daerah di sekitarnya seperti Pandawa Waterboom di Solo Baru Kabupaten Sukoharjo dan Jogja Bay,” imbuhnya.

Yosca optimistis rencana investasi tersebut akan membawa dampak signifikan bagi iklim investasi di Solo bagian utara. Sebab, lokasi tersebut berdekatan dengan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Di samping itu, investasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemasukan dari pendapatan asli daerah (PAD) Kota Solo.

Nantinya, investor akan menempati lahan tersebut kemudian membangun wahana wisata. Setelah 30 tahun, bangunan tersebut akan menjadi milik Pemkot.

“Setiap tahun investor memberikan kontribusi tetap, bagi hasil, dan pajak-pajak lainnya. Tahun pertama kontribusi, tahun kedua bagi hasil. Peningkatan PAD kami nanti minimal Rp 750 juta tiap tahun,” terangnya.

Yosca menyebut calon investor tersebut telah berpengalaman mengelola wahana waterboom di lima kota lainnya, seperti Jakarta, Bogor, dan Bekasi.(*/Ridz)

Redaksi

Recent Posts

cw-check-https://test123.com/

cw-check https://test123.com

18 jam ago

Coronavirus disease 2019

COVID-19 is a contagious disease caused by the coronavirus SARS-CoV-2. In January 2020, the disease…

20 jam ago

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago