(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Advetorial

3 BULAN PASCA TSUNAMI, PANTAI TANJUNG LESUNG TELAH AMAN

BANTEN – 22 Desember tahun 2018 lalu, menjadi hari yang tak terlupakan, khususnya bagi warga Banten. Di tanggal itu, telah terjadi tsunami Selat Sunda yang meluluhlantahkan sebagian pesisir pantai Banten, khususnya Tanjung Lesung.

Sekitar tiga bulan dari kejadian tersebut, pemerintah dan masyarakat Banten melakukan berbagai perbaikan, khususnya dalam ranah pariwisata.

Untuk kembali menggaungkan bahwa pantai di Banten khususnya Tanjung Lesung telah aman, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Pemprov Banten mengadakan acara Banten Travel Exchange.

Dalam acara tersebut, Menpar Arief Yahya menegaskan bahwa Pantai Tanjung Lesung telah aman. Gunung Anak Krakatau yang menjadi penyebab utama tsunami dinyatakan berada dalam keadaan aman.

“Gunung Anak Krakatau itu statusnya sekarang sudah siaga, turun dari level III menjadi level II, level waspada. Jarak status itu untuk siaga adalah 5 km dari kawahnya. Jarak dari kawah ke sini (Pantai Tanjung Lesung) 50-60 km. Ketika diturunkan ke status waspada menjadi 2 km dari kawah,” ucap Arief Yahya di Tanjung Lesung Banten, Senin, 1 April 2018.

Menurut Arief, dengan ditetapkannya Tanjung Lesung menjadi tujuan wisata yang aman adalah titik balik berkembangnya wisata Tanjung Lesung pasca tsunami. Hal itu juga menjadi kado terindah untuk ulang tahun Kabupaten Pandeglang yang jatuh pada hari ini.

“Ini semacam pengumuman semoga pengumuman ini menjadi titik balik bagi Selat Sunda. Saya bicara ini atas izin dari BMKG dan BNPB. Semoga memberikan berkah sesuai dengan ulang tahun Pandeglang,” tutur Arief.

Pasca bencana tsunami Selat Sunda, Kemenpar sendiri telah membentuk tim Selat Sunda Aman yang diketuai Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti. Tim itu bertujuan untuk melakukan pemantauan serta memastikan agar seluruh program pemulihan sektor pariwisata Selat Sunda berjalan sesuai rencana, baik dari unsur sumber daya manusia (SDM), pemasaran, maupun destinasi terdampak.(*/Iw)

Redaksi

Recent Posts

5 SAHABAT NABI KAYA RAYA DAN SUKA MENYUMBANGKAN HARGA DI JALAN ALLAH SWT

Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…

8 jam ago

PENULARAN HIV YANG PALING UMUM, LEWAT SEKS HINGGA JARUM SUNTIK

JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…

8 jam ago

SUAMI SAYANG ISTRI, 9 CIRI SUAMI YANG BUKAN HANYA MANIS DI BIBIR

JAKARTA - Ciri-ciri suami sayang istri kerap menjadi perbincangan di media sosial. Namun, kasih sayang…

9 jam ago

PENYELAMATAN PERNIKAHAN DI AMBANG PERCERAIAN, INI ADA 7 CARA

JAKARTA - Masalah dalam pernikahan merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap pasangan bisa menghadapi konflik,…

9 jam ago

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

19 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

19 jam ago