(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Jalan Jalan

4 KAMPUNG ISLAM DI BALI BUKTI AKURNYA UMAT BERAGAMA

BALI – Bali terbukti sebagai provinsi yang menjunjung tinggi toleransi beragama. Selaim masyarakat Hindu, provinsi ini juga dihuni oleh yang memeluk agama Islam.

Saat Idul Fitri, pecalang ikut membantu menjaga tertibnya salat Ied. Sementara setelah Nyepi, umat muslim biasanya mengantarkan makanan sebagai ungkapan berbahagia.

Dikutip dari situs Kementerian Agama, berikut empat kampung Islam yang ada di Bali:

1. Kampung Gelgel, Klungkung

Kampung Gelgel dipercaya sebagai kampung Islam tertua di Bali. Dari kampung inilah Islam disebut berkembang di Pulau Dewata.

Desa Gelgel terletak di Kabupaten Klungkung, sekitar 60 kilometer arah timur Denpasar.

Masjid Nurul Huda yang ada di kampung ini menjadi salah satu saksi bisu datangnya Islam di Balu,

Pasukan Majapahit beragama muslim yang mengantar pulang Raja Gelgel, Ketut Dalem Klesir, menjadi penghuni pertama kampung ini.

Salah satu keunikan Kampung Gelgel adalah terdapat aturan bahwa kepala desa hanya boleh dijabat oleh orang yang beragama Islam.

2. Kampung Loloan, Jembrana

Kampung Loloan berjarak sekitar 90 kilometer dari kota Denpasar. Kampung ini dikenal sebagai hunian masyarakat muslim di Bali yang terbesar.

Keberadaan Kampung Loloan tidak bisa dilepaskan dari kedatangan prajurit Bugis sekitar empat abad yang lalu.

Atas izin penguasa Jembrana yang beragama Hindu, I Gusti Arya Pancoran, kelompok Bugis ini diizinkan menempati daerah Loloan.

Seorang ulama asal Melayu, Buyut Lebai, juga membantu penyebaran agama Islam di Bali. Makanya berada di kampung ini.

Penggunaan bahasa Bugis dan Melayu di Kampung Loloan masih sering terdengar hingga saat ini.

3. Kampung Pegayaman, Buleleng

Walau dihuni banyak muslim dari nenek moyang prajurit Bugis, namun Kampung Pegayaman masih mengusung kebudayaan Bali, seperti dengan adanya subak dan banjar.

Yang berbeda hanyalah keberadaan rumah ibadah, pura berganti dengan masjid.

Nama orang-orang di sini bernuansa Bali yang berpadu dengan Islam, seperti Ketut Abdul Karim, Nyoman Abdurrahman, dan semacamnya.

Salat Tarawih di sini diadakan sekitar pukul 22.00, sehingga para wanita bisa mengurus rumahnya terlebih dahulu.

4. Kampung Kecicang Islam, Karangasem

Nama ‘kecicang’ sendiri diambil dari nama bunga berwarna putih yang biasa dimasak oleh masyarakat setempat.

Bukti peninggalan Islam di Kecicang Islamadalah Masjid Baiturrahman yang telah berdiri sejak akhir abad ke-17.

Masjid tersebut setinggi tiga lantai dan terus dipercantik setiap tahunnya.Tari Rudat yang merupakan akulturasi budaya Bali di Kecicang Islam dan Timur Tengah.(*/Ndo)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago