Orbiters

LEWATKAN UNTUK SARAPAN INI DAMPAK BAGI TUBUH

JAKARTA – Bangun kesiangan dan terburu-buru karena hampir terlambat beraktivitas kerap membuat seseorang melewatkan sarapan. Padahal, sarapan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi tubuh setelah berpuasa selama tidur malam, sekaligus membantu mempersiapkan tubuh untuk beraktivitas, belajar, atau bekerja.

Dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Hermina Samarinda, Benedicta Afianti, menjelaskan otak membutuhkan glukosa sebagai salah satu sumber energi utama untuk menjalankan fungsinya. Karena itu, pemenuhan kebutuhan energi dan zat gizi pada pagi hari perlu diperhatikan agar tubuh dapat beraktivitas dengan baik.

Menurutnya, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah menjaga kestabilan kadar gula darah. Ketika kadar gula darah menurun, tubuh dapat memberikan respons tertentu untuk mempertahankan fungsi organ. Oleh karena itu, ia menganjurkan masyarakat untuk membiasakan sarapan dengan menu bergizi seimbang.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, sarapan yang baik dianjurkan memenuhi sekitar 15–30 persen dari total kebutuhan energi harian. Sarapan dengan komposisi gizi seimbang membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi serta dapat mengurangi keinginan mengonsumsi makanan ringan yang kurang sehat.

Benedicta menyarankan agar sarapan dilakukan pada pagi hari, idealnya sekitar pukul 06.00–09.00 WITA, dengan menyesuaikan waktu bangun dan aktivitas masing-masing.

“Sebisa mungkin kita sudah menyelesaikan sarapan sebelum jam sembilan pagi,” ucapnya, dikutip Senin 26 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, melewatkan sarapan pada sebagian orang dapat memicu respons tubuh, terutama ketika kondisi tersebut disertai penurunan kadar gula darah. Salah satu respons yang dapat muncul adalah peningkatan hormon adrenalin.

“Pertama kali yang cepat (ketika seseorang tidak sarapan) itu adalah peningkatan hormon adrenalin. Badan jadi gemetar dan keringatan,” ujarnya.

Selain gemetar dan berkeringat, penurunan kadar gula darah juga dapat menimbulkan keluhan lain, seperti jantung berdebar. Namun, gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh melewatkan sarapan dan dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan lainnya.

Karena itu, masyarakat perlu membiasakan sarapan dengan menu yang mengandung karbohidrat, protein, serat, serta zat gizi lain sesuai kebutuhan tubuh. Meski memiliki kesibukan pada pagi hari, menyempatkan waktu untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang merupakan salah satu langkah sederhana untuk mendukung kesehatan dan kesiapan beraktivitas.(*/Fa)

Tinggalkan Balasan