PENDAKIAN GUNUNG ANDONG DITUTUP HINGGA WAKTU BELUM DITENTUKAN
MAGELANG – Seluruh jalur pendakian Gunung Andong di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, resmi ditutup sementara terhitung mulai Kamis (29/10) pukul 00.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Penutupan akses bagi para pendaki ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan penutupan kawasan Gunung Andong tersebut berlaku untuk seluruh pos pendakian, meliputi jalur via Sawit, Pendem, Gogik, hingga Temu Kidul.
Ketua Basecamp Taruna Jayagiri Pendakian Gunung Andong via Sawit, Maisaro, menjelaskan bahwa keputusan penutupan ini merujuk pada arahan dari pemerintah daerah demi meminimalkan potensi kebakaran di kawasan hutan pegunungan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem lokal.
“Njih, ditutup sementara berdasarkan arahan Gubernur Jateng untuk antisipasi bencana karhutla, sekaligus untuk menjaga alam dan lingkungan sekitar,” kata Maisaro, seperti dilansir Detik.
Pengumuman penutupan jalur tersebut telah disebarluaskan secara resmi melalui saluran media sosial basecamp. Mengenai kepastian pembukaan kembali akses pendakian, pihak pengelola masih menunggu evaluasi kondisi keamanan kawasan dan instruksi lanjutan dari otoritas terkait.
Langkah penutupan ini turut dikonfirmasi oleh para pengelola pos pendakian di jalur lainnya. Pengelola Basecamp Gunung Andong via Pendem, Khoirul, menegaskan bahwa sterilisasi kawasan pendakian merupakan prioritas utama dalam menekan potensi timbulnya titik api di area vegetasi yang rawan.
“Ditutup sementara. Mulai Kamis sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Khoirul. “(Alasan penutupan sementara) Untuk mengurangi risiko karhutla,” ujarnya menambahkan.
Hal senada diungkapkan oleh Pengelola Basecamp Gunung Andong via Temu Kidul, Sururi. Ia memastikan bahwa seluruh aktivitas pendakian dari posnya dihentikan total sesuai dengan kesepakatan bersama antar-pengelola basecamp di sekitar lereng Gunung Andong.
“Enggih,” kata Sururi membenarkan penutupan serentak seluruh akses pendakian.
Para pengelola mengimbau masyarakat maupun calon pendaki untuk menunda rencana aktivitas pendakian hingga kondisi dinilai aman dan jalur resmi kembali dibuka untuk umum.(*/To)
