Gaya Hidup

APAKAH JENIS KELAMIN ANAK BISA DIATUR? INI DOKTER JELASKAN

JAKARTA – Sebagian orang tua pasrah dengan jenis kelamin anak yang bakal lahir nanti. Sementara sebagian lain mengusahakan dengan berbagai cara. Namun menurut dokter, hingga kini belum ada cara yang secara ilmiah terbukti dapat ‘mengatur’ agar orang tua mendapat anak dengan jenis kelamin yang diinginkan.
Kehamilan jadi kabar membahagiakan bagi sebagian pasangan. Saat anak pertama, misal, lahir perempuan, kehamilan kedua biasanya menginginkan anak laki-laki agar terbilang lengkap.

Pun dalam beberapa budaya, memiliki anak laki-laki jadi sesuatu yang sangat diinginkan sebab diharapkan dapat meneruskan garis keturunan keluarga.

Hanya saja, apa ada metode tertentu sehingga bisa mendapatkan jenis kelamin yang diinginkan?

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta Muhammad Fadli menjelaskan jenis kelamin ditentukan oleh kromosom. Kromosom anak terdiri dari sebagian kromosom ibu dan sebagian kromosom ayah.

Pada perempuan, sel telur memiliki kromosom X, sedangkan pada laki-laki, sperma bisa mengandung kromosom X atau Y. Sekali ejakulasi, sekitar 15 juta sel sperma keluar dan berlomba mencapai sel telur. Satu sel sperma bakal jadi yang pertama dan berhasil membuahi sel telur.

Sel sperma yang berhasil membuahi sel telur ini membawa salah satu kromosom antara X atau Y.

“Sampai saat ini tidak ada yang secara teori atau evidence based yang bisa mengatur jenis kelamin anak. Tidak ada makanan tertentu, kapan berhubungan badan, ejakulasi mana duluan, itu semua tidak terbukti,” jelas Fadli saat dihubungi wartawan, Kamis (29/10).

Dia menambahkan sempat ada penelitian metode inseminasi swim up. Metode ini memungkinkan pemilihan sperma yang berkualitas untuk membuahi sel telur.

Akan tetapi, lanjut Fadli, cara ini juga tidak terbukti mampu menghadirkan buah hati dengan jenis kelamin sesuai keinginan.

Ilustrasi. Hingga kini, tidak ada metode yang terbukti secara ilmiah mampu mengatur jenis kelamin anak. (Getty Images/iStockphoto/StockerThings)
Bagaimana dengan metode bayi tabung (IVF)? Netizen sempat berkoar bahwa metode ini memungkinkan orang tua mengatur jenis kelamin sang buah hati.

Fadli menjelaskan dalam metode bayi tabung, pembuahan sel telur oleh sperma dilakukan di luar rahim. Dokter, misal, mengambil sebanyak lima sel telur dan lima sel sperma berkualitas baik.

Sel telur dan sel sperma dipertemukan, terjadi pembuahan dan menghasilkan embrio. Sebelum ditanam ke rahim, embrio terlebih dahulu melalui pemeriksaan genetik atau Preimplantation Genetic Testing (PGT). Dari sini, bisa dikenali kromosom masing-masing embrio.

Sementara itu, kromosom pada embrio tidak bisa dimodifikasi begitu saja. Dari lima embrio yang ada, bisa saja jenis kelaminnya semua perempuan, semua laki-laki atau campuran.

Kemudian embrio mana yang dinilai layak ditanam di rahim pun harus sudah benar-benar melalui pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter. Dokter tentu mengedukasi orang tua tentang kondisi embrio dan konsekuensi yang menyertai kalau nanti berkembang menjadi janin lalu dilahirkan nanti.

“Dari sini, baru dia memasukkan embrio mana yang diharapkan. Tapi kadang bisa jadi semua embrio itu cewek semua. Kalau sudah begitu, tidak bisa diubah, tidak bisa diatur ada lima embrio lalu ingin ada dua cewek,” ungkapnya.(*/Ni)

Tinggalkan Balasan