(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Kesehatan

ALASAN STRES DAPAT MENGGANGGU DAYA TAHAN TUBUH

JAKARTA – Stres turut memengaruhi daya tahan tubuh. Tak hanya mengganggu mental, stres juga bisa membuat seseorang rentan terserang penyakit.

Pada situasi serba tak pasti seperti saat ini, stres bukan lagi barang langka. Berbagai informasi mengenai Covid-19 ditambah tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi membuat seseorang rentan terhadap stres. Padahal, stres bisa mengganggu kondisi fisik.

“Semakin stres seseorang, maka orang tersebut akan mudah jatuh sakit,” ujar ahli alergi-imunilogi FKUI, dr Sukamto melalui pesan singkatnya, beberapa waktu lalu.

Sebuah meta analisis dilakukan terhadap 354 penelitian yang mencari hubungan antara stres dan kesehatan di Taiwan dalam kurung waktu 1980-2003. Hasilnya, peneliti menemukan hubungan antara stres dan berbagai aspek kesehatan fisik.

“Studi ini melihat hubungan stres psikologis dan sistem kekebalan manusia,” kata Sukamto. Stressor akut seperti ujian dikaitkan dengan kemungkinan peningkatan regulasi beberapa parameter natural immunity atau kekebalan alami dan penurunan regulasi beberapa fungsi kekebalan spesifik.

Sukamto mengatakan bahwa tubuh memiliki sistem pertahanan berlapis. Lapisan pertama adalah kulit dan membran mukosa. Lapisan kedua merupakan sel darah putih dan sel pembunuh alami. Serta lapisan ketiga berupa antibodi dan antitoksin atau yang biasa disebut dengan sistem kekebalan tubuh.

“Nah, natural immunity [kekebalan alami] ini lah tentara lapis pertamanya. Sistem kekebalan ini merupakan sistem kekebalan pertama dan melengkapi manusia sejak saat dilahirkan,” kata Sukamto. Kekebalan alami adalah mekanisme suatu organisme mempertahankan diri dari infeksi organisme beberapa saat setelah terpapar.

Sementara sistem kekebalan tubuh spesifik disebut sebagai sistem pertahanan terakhir tubuh. Sistem akan aktif jika mikroba patogen mampu menembus lapisan pertahanan luar. Sistem kekebalan tubuh spesifik, ujar Sukamto, memiliki kemampuan pertahanan yang kuat dalam menghadapi berbagai jenis mikroorganisme patogen tertentu.

Kemampuan sistem kekebalan untuk mengingat mikroba patogen tertentu yang pernah menyerang menjadi kesempatan baginya untuk meningkatkan kemampuannya. Kondisi seperti ini ditemukan dalam penyakit cacar yang tak akan menjangkiti tubuh untuk kedua kalinya. Hal ini disebabkan kemampuan sistem kekebalan yang kian meningkat mendeteksi dan melawan virus penyebab cacar.

Stressor psikologis yang berkepanjangan atau kronis dipercaya dapat menekan sistem kekebalan spesifik tersebut. Keadaan fisik seperti usia dan penyakit juga meningkatkan kerentanan terhadap perubahan kekebalan tubuh selama stres.

“Dengan demikian, stres psikologis baik yang akut maupun yang berkepanjangan akan menurunkan daya tahan tubuh terhadap organisme patogen,” pungkas Sukamto. (*/Di)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago