(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Histori

ASMA BINTI ABU BAKAR, WANITA PENGIRIM MAKANAN UNTUK RASULULLAH SELAMA DI GUA TSUR

Nabi Muhammad SAW pernah bersembunyi selama tiga hari di Gua Tsur. Bersama sahabatnya, Abu Bakar, ia menghindari kejaran kaum Quraisy.

Tidak ada satu orang pun yang mengetahui tempat persembunyian Rasul, kecuali keluarga Abu Bakar. Mereka adalah Adullah putra Abu Bakar, kedua putrinya Asma dan Aisyah, serta pembantu setianya Amir bin Fuhaira.

Mereka pun berbagi tugas untuk membantu keamanan dan kenyamanan Nabi Muhammad dan sang ayah. Asma kala itu mendapat tugas mengirimkan makanan.

Dalam kitab Ihtijāj Thabarsi, terdapat sebuah riwayat yang dinukil dari Ali, “Bersumpahlah Anda demi Tuhan! Apakah ada orang selain Anda yang membawa makanan bagi Nabi selama di gua?” Mereka menjawab: “Tidak (tidak ada orang selain Anda yang melakukan hal ini).”

Namun, sebagian ahli sejarah berkata bahwa seseorang yang mengirimkan makanan untuk Nabi SAW adalah Asma binti Abu Bakar. Dalam Sirah Halabiyah tertulis, “Keluarga Abu Bakar tidak mengetahui keberadaan Nabi Muhammad sampai ada kabar dari jin bahwa Nabi SAW berada di gua.”

Jika diperhatikan, riwayat pertama mengabarkan Ali bertanggung jawab untuk menyiapkan makanan bagi Nabi SAW. Namun berdasarkan riwayat yang lainnya, Asma-lah yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan penting ini.

Kedua riwayat ini dapat disatukan dengan penjelasan sebagai berikut: karena gerak-gerik Ali diawasi oleh kaum kafir Makkah, meskipun berdasarkan penggalan riwayat pertama bahwa yang mengatur pengiriman makanan Nabi adalah Ali, namun Asma-lah yang bertanggung jawab dari sisi keamanan untuk membawakan makanan kepada Nabi dan ayahnya.

Selain perjuangannya ini, nama Asma binti Abu Bakar telah dikenal sebagai sosok pejuang dan dermawan. Muslimah yang lahir 27 tahun sebelum hijrah itu termasuk salah satu wanita Makkah yang pertama masuk Islam.

Ia mendapat gelar ‘Dzatun Nithaqaini’ atau wanita yang memiliki dua selendang. Julukan tersebut bermula dari waktu Rasulullah SAW dan Abu Bakar bersiap-siap untuk hijrah di malam hari.

Dengan penuh kecintaan terhadap Islam dan Rasul-nya, Asma menyobek selendangnya menjadi dua helai. Helai pertama ia gunakan untuk menutupi tempat makan atau bekal Rasulullah dan sisanya untuk menutupi kepalanya.

Alkisah ketika terjadi peperangan antara kaum Muslimin dan penduduk Syam, mereka mengolok-olok putra Asma yang bernama Abdulah Ibnu Zubair, dengan julukan “Dzatun Nithaqaini”.

Asma juga dikenal sebagai pribadi yang sangat Islami. Bahkan, ia rela ketika sang ayah menyumbangkan seluruh hartanya demi tegaknya agama Allah SWT.Kedua riwayat ini dapat disatukan dengan penjelasan sebagai berikut: karena gerak-gerik Ali diawasi oleh kaum kafir Makkah, meskipun berdasarkan penggalan riwayat pertama bahwa yang mengatur pengiriman makanan Nabi adalah Ali, namun Asma-lah yang bertanggung jawab dari sisi keamanan untuk membawakan makanan kepada Nabi dan ayahnya.

Selain perjuangannya ini, nama Asma binti Abu Bakar telah dikenal sebagai sosok pejuang dan dermawan. Muslimah yang lahir 27 tahun sebelum hijrah itu termasuk salah satu wanita Makkah yang pertama masuk Islam.

Ia mendapat gelar ‘Dzatun Nithaqaini’ atau wanita yang memiliki dua selendang. Julukan tersebut bermula dari waktu Rasulullah SAW dan Abu Bakar bersiap-siap untuk hijrah di malam hari.

Dengan penuh kecintaan terhadap Islam dan Rasul-nya, Asma menyobek selendangnya menjadi dua helai. Helai pertama ia gunakan untuk menutupi tempat makan atau bekal Rasulullah dan sisanya untuk menutupi kepalanya.

Alkisah ketika terjadi peperangan antara kaum Muslimin dan penduduk Syam, mereka mengolok-olok putra Asma yang bernama Abdulah Ibnu Zubair, dengan julukan “Dzatun Nithaqaini”.

Asma juga dikenal sebagai pribadi yang sangat Islami. Bahkan, ia rela ketika sang ayah menyumbangkan seluruh hartanya demi tegaknya agama Allah SWT.(*/Tian)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

9 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

9 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

9 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

9 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

10 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

10 jam ago