(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Histori

BATU PAYUNG UMURNYA 10 JUTA TAHUN AMBRUK DI MANDALIKA

MATARAM – Sayang betul, Batu Payung yang unik di Mandalika, Lombok Tengah ambruk. Padahal menara batu ini umurnya ditaksi 10 juta tahun.

Proses pembentukan jenis bebatuan Batu Payung itu membutuhkan waktu sekitar sepuluh jutaa tahun. Tak heran jika banyak traveler yang merasa kehilangan. Melalui media sosial, mereka mengenang keberadaan Batu Payung.

Pakar geologi dari Dinas ESDM Pemprov NTB, Kusnadi menjelaskan proses pembentukan serta jenis bebatuan unik yang selama ini menjadi destinasi wisata yang sangat ikonik di Lombok bagian selatan itu.

“Batu Payung merupakan batuan pyroklastik yang dalam ilmu geologi namanya tufa atau lapili dengan sisipan batu gamping,” kata Kusnadi, Rabu (3/4/2019).

Kusnadi menjelaskan bahwa batuan jenis pyroklastik ini terbentuk oleh proses vulkanisme sekitar 30 juta tahun yang lalu. Proses pembentukan bebatuan ini karena old marine volcano atau gunung api tua bawah laut. Menurutnya, batuan ini adalah salah satu jenis batuan tertua di pulau Lombok.

“Dalam prosesnya batuan ini sekitar 10 juta tahun yang lalu terangkat ke permukaan oleh proses tektonik dan membentuk pulau Lombok bagian selatan seperti saat ini,” papar Kusnadi.

Penampakannya yang menyerupai payung itu diakibatkan dari adanya pengikisan oleh ombak atau abrasi. Bagian-bagian yang sedikit lebih keras akan bertahan dan yang lebih lembek akan terkikis dan mudah terlepas.

“Dulunya Batu Payung menyatu dengan pulau utama, tapi karena terkikis terus makanya memisah dan membentuk morfologi seperti payung,” ungkap Kusnadi.

“Oleh karena itu, kejadian runtuhnya batu payung bisa merupakan kejadian alami dimana bagian bawah yang terus terkikis oleh ombak sudah tidak mampu lagi menahan keseimbangan material bagian atas sehingga runtuh,” sambungnya.

Proses pembentukan kembali jenis batu pyroklastik ini sudah tidak ada lagi, karena gunung api bawah laut yang berada di sekitar kawasan itu sudah mati jutaan tahun yang lalu.

“Batuannya sih masih banyak di sepanjang bukit Teluk Awang, seperti Merese dan di daerah Batu Payung semua batuan pyroklastik,” jelasnya.

Hal yang membedakan Batu Payung adalah bentuknya yang unik. Semua itu lebih disebabkan dari adanya aktivitas pengikisan oleh ombak yang berlangsung ribuan bahkan jutaan tahun.

Kusnadi mengatakan hampir semua batuan di Lombok adalah batuan pyroklastik. Produk bebatuan Gunung Rinjani juga termasuk batuan yang sama.

Ada suatu hal yang membedakan di bagian selatan Lombok, di sana terkenal dengan batuan gunungapi bawah laut (old marine volcano), di mana gunung apinya meletus di dalam laut.

“Itu merupakan salah satu keunikan di bagian selatan Lombok,” kata Kusnadi. (*/Iw)

Redaksi

Recent Posts

TIRTA KAHURIPAN DUKUNG PENUH BUPATI BOGOR CUP TOUR MALSARI HALIMUN SALAK 2025

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Bogor sukses menggelar…

6 hari ago

PASAR RAKYAT CITAYAM DIREVITALISASI MENJADI NYAMAN DAN BERSIH BAGI PEDAGANG DAN PEMBELI

CIBINONG – Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor telah merevitalisasi Pasar Rakyat Citayam secara keseluruhan mulai…

2 minggu ago

TIRTA KAHURIPAN : KALDER AIR MANCUR, JEJAK SEJARAH DISTRIBUSI AIR BERSIH

BOGOR – Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Tedi Kurniawan, menegaskan bahwa Kelder Air…

2 minggu ago

SURVEI KEPUASAN PELANGGAN,TIRTA KAHURIPAN TINGKATKAN KEUALITAS PELAYANAN

CIBINONG – Sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan kembali…

1 bulan ago

APLIKASI MYKAHURIPAN LEBIH CEPAT DAN MUDAH

CIBINONG - Kini aplikasi kepelangganan milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan memiliki fitur yang lebih…

2 bulan ago

PEMANCANGAN TIANG PANCANG PASAR RAKYAT LEUWILIANG, AWAL KEBANGKITAN EKONOMI PASCA KEBAKARAN

CIBINONG - Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor resmi memulai tahap pembangunan Pasar Rakyat Leuwiliang, yang…

2 bulan ago