(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Asal Usul

BENARKAH SEMUA SUFI ITU MISKIN HARTA ?

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof.Dr. KH. Nasaruddin Umar mengatakan bahwa Rasulullah SAW sebetulnya adalah orang yang kaya. Terlebih nabi mempunyai posisi yang sangat tinggi yakni sebagai kepala negara. Selain itu dalam setiap peperangan yang dimenangkan terdapat bagian Fai dan Ghanimah (harta orang kafir yang menjadi rampasan bagi umat Islam) bagi Nabi Muhammad SAW.

Bila ditelisik, Nabi merupakan orang paling kaya di zamannya. Akan tetapi, Prof. Nasaruddin mengatakan bahwa kekayaan Nabi Muhammad tidak terlihat. Karena Rasulullah begitu memperoleh harta langsung didistribusikan kembali kepada umatnya. Justru Rasulullah SAW bila setelah tidur terlihat bekas tikar di punggungnya.

Hal ini menunjukan bahwa Rasulullah SAW tidak memiliki kasur empuk atau pun ranjang yang mewah untuk tempatnya tidur.

Akan tetapi hal ini tidak serta merta mesti dipraktikan juga oleh umatnya, sehingga seorang Muslim memberikan seluruh hartanya untuk kemaslahatan umat.

“Apakah kita harus mencontoh kualitas nabi seperti itu?

Saya kira juga itu sangat subjektif. Jadi tidak mesti harus mencontoh seluruh apa yang dilakukan nabi untuk diri kita. Tentu kita tidak sama (dengan nabi). Tidak semua yang dilakukan nabi dalam perbuatannya, perkataannya, harus serta merta kita lakukan. Ada penyesuaian-penyesuaian kondisi di mana kita hidup,” kata Prof Nasaruddin dalam kajian virtual yang juga disiarkan Nasaruddin Umar Office pada Jumat (13/5)

Prof Nasaruddin mencontohkan nabi Muhammad makan dengan menggunakan tiga jari. Sebab makanan yang dimakan adalah roti. Makan dengan menggunakan tiga jari sulit dilakukan ketika makanan yang dihidangkan berupa sayur mayur atau dengan kondisi lauk dan mangkuk yang panas sebagaimana makanan-makanan yang biasa terdapat di Indonesia atau wilayah lainnya pada masa ini. Maka dari itu, Prof Nasaruddin mengatakan jangan memaksakan satu kondisi yang berbeda dengan kondisinya nabi. Maka seorang Muslim harus proporsional dalam menjalani hidup.

“Tidak mesti harus kere (miskin) untuk menjadi the best Muslim. Sahabat nabi, Utsman kaya itu tapi dia juga dijamin masuk surga,” katanya.

Maka dari itu, menurut Prof Nasaruddin menjadi seorang sufi tidak mesti harus meninggalkan dunia. Bahkan menurut Prof Nasaruddin banyak ulama sufi terdahulu juga hidup dalam kekayaan. Misalnya saja Imam Qusyairi seorang sufi di abad pertengahan yang tidak setuju bahwa sufi itu diidentikan dengan kefakiran.

Persoalannya, menurut Prof Nasaruddin banyak masyarakat hanya mengenal tokoh-tokoh sufi yang memilih jalan hidupnya di tengah kemiskinan hartam. Padahal banyak tokoh sufi yang bisa dekat dengan Allah di tengah memiliki harta kekayaan.

“Bukankah yadul ulya khaira min yadi sufla (tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah). Umat tidak boleh miskin. Bagaimana bisa menjadi trend center, penentuan kecenderungan masa depan umat kalau kita sendiri miskin,”jelasnya.(*/Fa)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago