(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
YOGYAKARTA – Katarak merupakan penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya, katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu.
Seiring waktu katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap merasa seperti melihat jendela berkabut, sulit menyetir, membaca, serta melakukan aktivitas harian. Penyakit ini merupakan penyebab kebutaan utama di dunia yang dapat diobati.
Dokter spesialis mata dari Siloam Hospitals Yogyakarta, dr Alia Narwastu M, Sp.M., turut mengingatkan akan penyakit katarak dapat menyerang semua kalangan manusia lanjut usia (manula) hingga bayi sejak didalam kandungan.
Termasuk resiko katarak dengan penyakit bawaan lainnya, misalnya diabetes dan hipertensi.”Katarak bisa mengenai semua kalangan. Umumnya pada manula berusia diatas 60 tahun, namun pada ibu hamil yang mengalami infeksi pun kekurangan asupan gizi, bayi yang dikandungnya pun dapat mengalami katarak kelak jika dilahirkan”, ungkap dr. Alia Narwastu M, Sp.M. melalui Instagram live Siloam Hospitals Yogyakarta, berdasarkan rilisnya.
Diskusi online bertajuk “Katarak Bisa Menyerang di Semua Usia – Kenali Pencegahan dan Penanganan Katarak” diselenggarakan sebagai rangkaian perayaan hari lahir Siloam Hospitals Yogyakarta yang ke tiga tahun.
Lebih lanjut Alia Narwastu menyebutkan jika ibu saat hamil mengidap infeksi, khususnya rubella, dapat menjadi penyebab utama terjadinya katarak kongenital pada anak yang dilahirkan. “Katarak kongenital dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata anak.Mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama, seperti obat kortikosteroid dan amiodaron, dapat memicu katarak”, imbuhnya
Ia pun menyebutkan beberapa faktor risiko katarak, antara lain, penuaan, diana ini penyebab tersering dari kekeruhan lensa atau katarak. Kemudian,riwayat trauma, lensa mata yang pernah mengalami trauma, seperti masuknya serpihan material tajam ke mata, terbentur bola, kembang api, dapat membuat katarak timbul lebih cepat.
Infeksi saat kehamilan dan pengidap penyakit tertentu. Ia menyebut pengidap diabetes melitus, hipertensi, hipokalemia, dan dermatitis atopik, dapat berkaitan dengan timbulnya katarak di kemudian hari.
Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol dan paparan sinar matahari yang lama pada mata, termasuk adanya paparan toksin atau racun.”Termasuk adanya riwayat keluarga yang mengidap katarak serta riwayat operasi pada lensa mata”, imbuh Alia.
Dr. Alia Narwastu M, Sp.M pun menyarankan jika timbul beberapa gejala katarak yang semakin mengganggu atau semakin memburuk dampaknya merasakan nyeri pada mata atau kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
“Mata merupakan salah satu organ yang paling utama dan sangat sensitif. Jadi ada baiknya segera melakukan konsultasi atau pemeriksaan secara berkala. Karena metode pengobatan misalnya melalui pemberian tetes mata atau salep/cream, tidak sepenuhnya dapat berhasil mengobati penyakit mata, khususnya penyakit katarak”, tandasnya.(*/Ta)
CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…
CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…
CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…
CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…
JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…
JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…