(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Kesehatan

BISA SERANG SEMUA ORGAN, COVID-19 DIJULUKI ” IMITATOR HEBAT”

JAKARTA – Semakin dipelajari, semakin jelas terlihat bahwa Covid-19 bukan sekedar penyakit pernapasan biasa. Penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini bisa tampak seperti berbagai penyakit lain.

Dalam beberapa kasus, Covid-19 bisa tampak seperti penyakit saluran pencernaan yang memiliki gejala diare dan nyeri perut. Dalam kasus lainnya, Covid-19 bisa menjelma seperti demam dan flu.

Hingga saat ini, Covid-19 diketahui bisa memicu munculnya beragam gejala selain batuk, demam, atau kesulitan bernapas. Beberapa gejala tersebut adalah mata merah, hidung berair, hilangnya kemampuan indra perasa atau penciuman, nyeri otot, kelelahan, diare, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, ruam di seluruh tubuh hingga bengkak atau kemerahan di beberapa bagian tubuh.

Dalam kasus yang berat, dokter juga menemukan pasien Covid-19 yang mengalami masalah irama jantung, gagal jantung, kerusakan ginjal, kebingungan , serta nyeri kepala. Ada pula yang mengalami kejang, sindrom Guillain-Barre, pingsan, serta masalah kontrol gula darah.

“Ini merupakan perkembangan penyakit yang belum pernah kami lihat sebelumnya pada kasus infeksi mana pun yang bisa kami pikirkan. Dan kami telah berpengalaman di bidang ini selama dua dekade,” ungkap spesialis penyakit menular dari Yale School of Medicine Joseph Vinetz MD, seperti dilansir Medscape.

Ada sebuah mekanisme yang memungkinkan Covid-19 bisa menyerang berbagai organ di dalam tubuh sehingga memunculkan gejala-gejala yang menyerupai penyakit lain. Ketika partikel virus mengenai mata, hidung atau mulut, “paku-paku” protein dari virus tersebut akan terhubung dengan reseptor bernama ACE2. Ketika sudah terhubung dengan reseptor yang ada di permukaan sel tubuh ini, SARS-CoV-2 bisa masuk ke dalamnya.

Reseptor ACE2 bisa ditemukan di semua organ yang ada di dalam tubuh manusia. Ketika SARS-CoV-2 berhasil masuk, virus ini akan membuat sel yang diinfeksi menjadi sebuah “pabrik” untuk memperbanyak diri hingga berjuta-juta kali lipat.

Agar tidak mudah terdeteksi, virus corona ini juga melakukan upaya untuk mencegah agar sel yang diinfeksi tidak mencari pertolongan. SARS-CoV-2 akan memotong protein sinyal marabahaya yang biasanya dihasilkan sel-sel tubuh ketika mendapatkan serangan, seperti serangan virus. Virus ini juga mampu menghancurkan komando antivirus di dalam sel yang diinfeksi.

Kemampuan ini memberikan SARS-CoV-2 cukup banyak waktu untuk memperbanyak diri dan menginfeksi area-area di sekitarnya. Oleh karena itu, virus ini bisa menyebar sebelum respons imun, seperti demam muncul.

Banyak dari pasien Covid-19 yang hanya menunjukkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala sebelum kondisi mereka memburuk. Pasien-pasien ini kemungkinan hanya mengalami gejala saluran pernapasan atas yang merupakan tempat pertama mereka terinfeksi.

Akan tetapi, ketika tubuh tak mampu untuk menghancurkan virus di pintu masuk tersebut, partikel virus bisa masuk lebih dalam lagi ke tubuh. Saat masuk lebih dalam, virus bisa mengambil beberapa jalan.(*/Di)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

9 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

9 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

9 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

9 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

9 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

10 jam ago