(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Gaya Hidup

BUKAN SEBAB KB, ALASAN LAIN JUMLAH KELAHIRAN MENURUN DI INDONESIA

JAKARTA – Kepala Perwakilan United Nations Population Fund (UNFPA) di Indonesia, Hassan Mohtashami, memberikan perspektif baru mengenai fenomena penurunan angka fertilitas yang tengah terjadi. Menurut dia, tren penurunan jumlah kelahiran saat ini tidak lagi didominasi oleh keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) semata, melainkan merupakan refleksi dari transformasi struktural yang lebih dalam di tengah masyarakat.

Perubahan lanskap ekonomi dan sosial dinilai telah mengubah cara pandang individu dan pasangan dalam menentukan tujuan hidup mereka. “Program Keluarga Berencana bukanlah penyebab penurunan fertilitas. Kontrasepsi adalah alat yang memungkinkan perempuan mengambil keputusan secara sadar tentang kehidupannya.

Pembatasan akses terhadap kontrasepsi tidak akan membalikkan tren penurunan fertilitas, justru berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru,” kata Hassan Mohtashami dalam keterangan di Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Ia mengatakan Indonesia berada dalam posisi yang relatif menguntungkan karena masih memiliki bonus demografi setidaknya dua dekade ke depan. Namun, momentum tersebut harus dimanfaatkan melalui kebijakan yang berorientasi pada investasi sumber daya manusia, sekaligus kesiapan menghadapi tantangan populasi menua di masa depan.

“Keputusan kebijakan yang diambil hari ini akan menentukan masa depan Indonesia. Investasi pada pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci untuk memaksimalkan bonus demografi,” kata Hassan.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan menekankan pentingnya edukasi dan perencanaan keluarga untuk meningkatkan kualitas keluarga. “Penurunan tingkat fertilitas bukan berarti alat kontrasepsi harus dihilangkan. Kontrasepsi adalah alat untuk membantu perempuan memenuhi hak reproduksinya. Tantangannya bukan pada ada atau tidaknya program Keluarga Berencana, melainkan bagaimana edukasi dan perencanaan keluarga dilakukan secara tepat,” kata Veronica Tan.

Ia mengatakan kontrasepsi justru merupakan instrumen penting untuk menjamin pemenuhan hak reproduksi perempuan. Di sisi lain, penguatan komitmen pemerintah melalui kolaborasi juga penting dalam upaya meningkatkan kualitas keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.(*/In)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago