(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Orbiters

BUKIT SIGUNTANG SAKSI PENINGGALAN KERAJAAN SRIWIJAYA

PALEMBANG – Pohon pinus menjulang tinggi dengan aroma kayu yang khas menyapa para pengunjung di wisata heritage Bukit Siguntang, di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Sumatera Selatan.

Untuk menikmati pemandangan di bukit tersebut, Sobat Pesona harus menapaki satu demi satu jalan setapak, yang dikelilingi oleh ratusan pohon dan batu besar. Sesuai namanya, Bukit Siguntang memang berada di perbukitan, di tengah pemukiman warga.

Bukit Siguntang Palembang dipercaya menjadi salah satu jejak petilasan peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Di sana, ada makam anggota Kerajaan Sriwijaya yang masih terawat hingga sekarang.

Dulunya, berwisata di Bukit Siguntang, pengunjung disuguhkan beragam gazebo dan beberapa ruangan berisi makam-makam. Ada juga beberapa menara, seperti Menara Pandang, Menara Buddha, aquarium, hingga situs Kerajaan Sriwijaya.

Namun sejak pertengahan 2016, wisata itu ditutup karena proses pemugaran besar-besaran oleh pemerintah pusat, mengubah drastis wajah Bukit Siguntang Palembang jadi lebih modern.

Barulah pada Februari 2019, Bukit Siguntang Palembang kembali dibuka dengan tarif masuk Rp 3.000 per orang. Kendaraan roda dua dikenakan biaya masuk Rp 1.500 dan kendaraan roda empat sebesar Rp 3.000.

Banyak perubahan yang terjadi, terlihat di kantor informasi Bukit Siguntang Palembang yang lebih layak. Ada juga kedai kopi, mushola, dan toilet yang lebih bersih.

Menyusuri sejarah
Sobat pesona bisa mengunjungi galeri sejarah dan patung yang tersedia di bagian bawah Bukit Siguntang Palembang. Sayangnya, ruang galeri ini belum dibuka, karena pemugaran belum diresmikan Dinas Budaya dan Pariwisata Sumsel.

Lalu, tujuh makam yang terpisah-pisah, kini sudah dinaungi oleh atap dan tanpa sekat. Ada tujuh makam yang terawat rapi tersebut, yaitu makam Raja Sigentar Alam, Puteri Rambut Selako, Pangeran Batu Api, Pangeran Djunjungan, Puteri Kembang Dadar, Pangeran Bagus Karang, dan Pangeran Bagus Kuning.

Berdasarkan sejarah, Raja Sigentar Alam merupakan kakak kandung Datuk Sultan Iskandar atau lebih dikenal dengan nama Raja Parameswara dari Selat Malaka. Raja Parameswara merupakan raja terakhir Singapura tahun 1389-1398.

Turis mancanegara yang sering datang dan berziarah ke makam di Bukit Siguntang Palembang berasal dari negara Malaysia, Tiongkok, Singapura, dan Thailand. Mereka percaya bahwa Raja Sigentar Alam merupakan nenek moyangnya.

Bahkan pada perayaan Waisak setiap tahunnya, turis mancanegara dari Tiongkok sering menggelar ritual sembahyang di Bukit Siguntang Palembang, dengan menelusuri makam-makam tersebut.

Tahun ini, ada sekitar 500 orang turis Tiongkok datang mengunjungi Bukit Siguntang Palembang.

Ada juga beberapa ritual yang dipercaya para pengunjung. Seperti membasuh muka dari air di dalam kendi yang terletak di atas makam Puteri Kembang Dadar. Ritual ini dipercaya dapat membuat wajah lebih cerah dan menawan.

Ritual lainnya yaitu mencoba peruntungan menggunakan sepotong bambu berukuran panjang. Para pengunjung yang sudah mengucapkan nazar, bisa membentangkan kedua tangannya dan mengukur di bambu tersebut. Batasan bambu lalu ditandai dengan karet gelang.

Biasanya beberapa hari kemudian, mereka akan datang lagi berkunjung dan mengukur lebar bentangan kedua tangannya di bambu tersebut. Jika bentangan tangan lebih panjang atau pendek dari batasan karet gelang tersebut, keinginannya akan terkabul.

Namun jika bentangan tangannya sama dengan batas karet gelang tersebut, keinginan pengunjung akan sulit terwujud.

Para pengunjung juga sering berdoa dan mengucap nazar di depan makam. Jika keinginannya terwujud, biasanya mereka akan memberikan hadiah sesuai nazar kepada juru kunci Bukit Siguntang Palembang. Nazar yang dimaksud misalnya memberikan ayam, burung, kambing, dan lainnya.

Satu lagi ritual yang sering dilakukan oleh pengunjung, yaitu mandi kembang seusai berdoa di depan makam. Jika pengunjung tidak ingin mandi di Bukit Siguntang, mereka akan membawa kembang dari Bukit Siguntang Palembang untuk mandi di rumahnya masing-masing.(*/He)

orbit

Recent Posts

TIRTA KAHURIPAN DUKUNG PENUH BUPATI BOGOR CUP TOUR MALSARI HALIMUN SALAK 2025

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Bogor sukses menggelar…

1 minggu ago

PASAR RAKYAT CITAYAM DIREVITALISASI MENJADI NYAMAN DAN BERSIH BAGI PEDAGANG DAN PEMBELI

CIBINONG – Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor telah merevitalisasi Pasar Rakyat Citayam secara keseluruhan mulai…

2 minggu ago

TIRTA KAHURIPAN : KALDER AIR MANCUR, JEJAK SEJARAH DISTRIBUSI AIR BERSIH

BOGOR – Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Tedi Kurniawan, menegaskan bahwa Kelder Air…

2 minggu ago

SURVEI KEPUASAN PELANGGAN,TIRTA KAHURIPAN TINGKATKAN KEUALITAS PELAYANAN

CIBINONG – Sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan kembali…

1 bulan ago

APLIKASI MYKAHURIPAN LEBIH CEPAT DAN MUDAH

CIBINONG - Kini aplikasi kepelangganan milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan memiliki fitur yang lebih…

2 bulan ago

PEMANCANGAN TIANG PANCANG PASAR RAKYAT LEUWILIANG, AWAL KEBANGKITAN EKONOMI PASCA KEBAKARAN

CIBINONG - Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor resmi memulai tahap pembangunan Pasar Rakyat Leuwiliang, yang…

2 bulan ago