(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Santap Ria

BUKTI ILMIAH UNGKAP MAKAN MALAM TAK BIKIN GEMUK

JAKARTA – Makan di malam hari kerap dicap jadi biang kerok penambahan berat badan. Sebuah studi baru membantah anggapan tersebut, dengan membuktikan bahwa makan di malam hari tidak berdampak pada bobot seseorang.

Teori yang selama ini berkembang menyebutkan bahwa makan di malam hari bertentangan dengan ritme sirkadian tubuh. Pasalnya, waktu malam lazimnya dialokasikan untuk beristirahat, bukan untuk makan.

Jam sirkadian tubuh mengatur ritme harian sebagian besar fungsi biologis, termasuk metabolisme. Dengan landasan itu, makan disarankan dilakukan pada waktu yang tepat sebab akan berimbas pada berat badan.

Ada dua studi terbitan 2013 yang menyoroti soal itu. Hasilnya menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak kalori di pagi hari dan lebih sedikit kalori di malam hari membantu menurunkan berat badan.

Namun, temuan tersebut disanggah oleh sebuah penelitian terkini. Menurut studi terbaru, sarapan atau makan malam dalam porsi besar tidak berpengaruh pada metabolisme dan penurunan berat badan.

Para pakar dari Universitas Aberdeen dan Surrey di Britania Raya meluncurkan studi terkontrol pada sejumlah orang sehat yang punya kelebihan berat badan. Peserta menjalani pengaturan pola makan tertentu.

Selama empat pekan, para peserta menjalani dua kali diet berbeda. Pertama, menyantap sarapan dalam porsi besar dan makan malam porsi kecil. Kedua, sarapan dengan porsi kecil tetapi porsi besar pada makan malam.

Tim memantau metabolisme mereka dan berapa banyak kalori yang dibakar dipantau. Prediksi para peneliti, diet sarapan besar dan makan malam porsi kecil akan meningkatkan pembakaran kalori dan penurunan berat badan.

Ternyata, sama sekali tidak ada perbedaan dalam berat badan atau berapa banyak kalori yang dibakar tubuh saat istirahat. Bahkan, pada pengaturan diet yang porsinya lebih banyak di malam hari.

“Tidak ada perbedaan kadar glukosa darah, insulin, atau lipid harian. Ini penting karena perubahan faktor-faktor ini dalam darah terkait dengan kesehatan metabolisme,” ujar para peneliti.

Mereka sampai pada kesimpulan bahwa cara tubuh memproses kalori di pagi hari atau malam hari tidak memengaruhi penurunan atau kenaikan berat badan. Itu sekaligus menyanggah hasil laporan penelitian sebelumnya.(*/Do)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago