(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Kesehatan

CARA MENCEGAH PENULARAN HEPATITIS B DARI IBU HAMIL KE BAYI

JAKARTA – Ibu hamil yang mengidap hepatitis B dapat menularkan penyakit tersebut kepada bayi yang dia lahirkan.

Penularan ini perlu dicegah karena 90 persen bayi yang terinfeksi akan mengidap hepatitis B kronik atau jangka panjang.

“Jadi yang paling penting memang mencegah penularan dari ibu yang mengidap hepatitis B ke bayi,” ungkap Dr dr Irsan Hasan SpPD-KGEH FINASIM dalam webinar yang diselenggarakan Kalbe Ethical Customer Care (KECC) dan Hepamax, beberapa waktu lalu.

Untuk itu, setiap ibu hamil perlu mengetahui status kesehatannya, termasuk soal hepatitis B. Ibu hamil bisa menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui apakah dia positif terhadap hepatitis B atau tidak.

Bila memungkinkan, pemeriksaan hepatitis B bahkan sebaiknya dilakukan sejak sebelum pasangan suami dan istri menikah. Dengan begitu, kondisi hepatitis B bisa diketahui dan ditangani lebih dini.

Terkait cara persalinan, hingga saat ini belum ada anjuran yang mewajibkan ibu hamil penderita hepatitis B untuk melahirkan melalui bedah caesar.

Di dunia medis, hal ini sempat menjadi perdebatan.

Namun, berdasarkan penelitian, ibu hamil dengan hepatitis B diperbolehkan untuk melahirkan secara normal. Akan tetapi, bayi yang dilahirkan harus mendapatkan suntikan vaksin dan immunoglobulin.

“Vaksin saja tidak cukup, harus ada tambahan namanya immunoglobulin,” jelas Irsan.

Waktu pemberian vaksin hepatitis B dan immunoglobulin hepatitis B (HBIg) juga harus diperhatikan. Pemberian keduanya harus dilakukan dengan segera pada bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita hepatitis B.

“Paling lambat 24 jam setelah kelahiran, kalau bisa dalam 12 jam setelah kelahiran,” jelas Irsan.

Untuk mencegah penularan, Irsan mengatakan, ada protokol lain yang menganjurkan ibu hamil untuk meminum obat sejak tiga bulan menjelang kelahiran. Dengan cara ini, proteksi yang diberikan pada bayi bisa lebih optimal.

“Bahkan ada protokol lain yang digunakan dokter spesialis penyakit dalam, ibu (hamil) minum obat tiga bulan menjelang kelahiran, baru proteksi mendekati 100 persen,” ungkapnya.(*/El)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago