(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Kesehatan

CEGAH COVID-19, DISARANKAN RUTIN KONSUMSI PROBIOTIK DAN PREBIOTIK

JAKARTA – Berbagai protokol pencegahan telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk menekan laju penyebaran coronavirus di Tanah Air. Salah satu cara yang dilakukan adalah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah yang terdampak Covid-19.

Pasalnya, virus ini ditularkan antar manusia melalui kontak dekat.

Pemerhati kesehatan Ge Recta Geson berpandangan bahwa pandemi Covid-19 akan dapat memakan korban dengan daya tahan tubuh yang lemah, artinya orang yang sudah memiliki masalah kesehatan. Virus diketahui menyerang manusia yang mengalami penurunan imun, seperti orang tua, penderita penyakit infeksi, maupun penyakit-penyakit kronis.

“Sementara, orang yang sehat jika terpapar virus umumnya hanya menjadi carrier saja dengan gejala ringan seperti flu biasa sampai tidak mengalami gejala sama sekali,” ungkap Ge Recta di Jakarta, Jumat (17/4).

Alumni Fakultas Farmasi Ubaya Surabaya itu mengatakan, 70-80% imun di seluruh tubuh dibentuk dalam saluran cerna atau gut. Microbiota yang mengedukasi dan memodulasi sistem imun sehingga mampu melawan atau membunuh patogen apapun termasuk virus.

Mikrobiota adalah seluruh mikroba dan materi genetiknya dalam tubuh yang berperan dalam mempromosikan kesehatan.

“Karena pola makan dan hidup yang terpapar berbagai polutan dan beban tekanan (stres) yang dapat merusak mikrobiota dalam saluran cerna, diperlukan upaya pemulihan kembali,” kata dia.

Mengonsumsi pangan yang sehat bergizi serta vitamin-vitamin yang dibutuhkan tubuh sangat diperlukan. Hal itu, kata Ge Recta, bertujuan untuk membentuk kembali mikrobiota yang sehat, sangat disarankan rutin mengonsumsi probiotik dan prebiotik. “Probiotik yang baik mengandung beragam mikroba yang menguntungkan dan selaras dengan alam. Prebiotik adalah makanan probiotik berupa non-digestable fiber yang biasanya terdapat dalam buah dan sayur,” paparnya.

Lebih lanjut, Ge Recta, yang merupakan owner PT Agro Mitra Alimentare (AMA), menyatakan, virus yang sering jadi penyebab outbreak pandemi adalah virusribonucleic acid (RNA), yang hanya memiliki single strand genetic. Covid-19 merupakan virus single strand RNA, sehingga mudah bermutasi karena tidak memiliki proofreading yang bisa mengoreksi terjadinya salah transkripsi seperti pada virus DNA atau sel manusia.

Ge Recta pun mengapresiasi langkah preventif penularan Covid-19 dengan memakai penyemprotan disinfektan. Menurutnya, langkah tersebut bagus. Hanya saja, yang perlu dipertimbangkan adalah risiko akan menciptakan mutan baru yang berdampak pada kesehatan manusia. “Lantas, apakah tidak akan terjadi outbreak pandemi baru dalam periode yang lebih singkat?” tandasnya.(*/Tya)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

3 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

3 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

3 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

3 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

4 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

4 jam ago