(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Advetorial

DUA MODAL INDONESIA TARIK INVESTASI

JAKARTA – Sebagai bagian dari ASEAN, Indonesia dinilai memiliki dua modal untuk bisa menarik investasi. Modal pertama yang dimiliki kawasan ASEAN yakni kondisi perekonomian yang kondusif.

Ini tampak dalam pertumbuhan ekonomi rata-rata negara di kawasan yang melampaui pertumbuhan ekonomi global.

Pernyataan ini menguak dalam pertemuan ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors (AFMGM) 2019, pada 2-5 April 2019, di Chiang Rai, Thailand. Pertemuan tersebut dihadiri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Pertumbuhan ekonomi relatif tinggi, pertumbuhan ekonomi dunia sekitar 3 persen, 3,1 sampai 3,2, ASEAN itu rata-rata 10 negara pertumbuhannya menurut IMF diperkirakan di atas 5 persen,” kata Direktur Departemen Internasional Bank Indonesia (BI), Wahyu Pratomo di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi menjadi daya tarik tersendiri yang dimiliki ASEAN untuk menarik investasi. “Itu menunjukkan bahwa kawasan ini dinamis dan pertumbuhan relatif tinggi,” jelas dia.

Selain itu, stabilitas keuangan yang terjaga turut menjadi modal bagi ASEAN, termasuk Indonesia dalam menarik investor.

“Dan sekarang perhatian dunia diarahkan ke Asean karena pertumbuhan tinggi dan stabilitas keuangan terjaga itu dua hal yang buat Asean menarik bagi komunitas internasional maupun investor internasional,” tandasnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri pertemuan ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors (AFMGM) 2019, pada 2-5 April 2019, di Chiang Rai, Thailand.

Pertemuan tersebut membahas tantangan kerja sama keuangan negara-negara ASEAN dalam mencapai visi ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2025.

Direktur Departemen Internasional Bank Indonesia (BI) Wahyu Pratomo mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendorong tercapainya target AEC.

Ini diantaranya penguatan integrasi dan konektivitas ekonomi untuk meningkatkan daya saing dan mendorong pembangunan inklusif, serta berorientasi pada pembangunan manusia.

Dia mengatakan dalam pertemuan tersebut ke-10 negara ASEAN berkomitmen untuk memperhatikan tiga pilar penting dalam proses integrasi keuangan di ASEAN.

“Sekarang 10 negara ASEAN komitmen mencapai milestone 2025. Ada kita sebut proses integrasi di sektor ekonomi dan keuangan,” kata dia, di Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Dia menjelaskan pilar pertama yang perlu dilakukan adalah mendorong terciptanya integrasi Keuangan. Integrasi bertujuan untuk meningkatkan interkoneksi jasa dan pasar keuangan di ASEAN.(*/Dhan)

Redaksi

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago