(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Jalan Jalan

DZIKIR ADALAH BAHASA CAHAYA

Kita ini hanyalah momentum saja. Kita adalah sebuah momentum dalam arus yang sedang berevolusi di alam semesta menuju ”The Equilibrium of Everything”

“Kebetulan-kebetulan” terjadi dan DNA membentuk selubung yang menjadi rumahnya yang disebut sel. Lahirlah secara resmi makhluk hidup yang bisa terus menggandakan dirinya.

Yang justru menarik adalah proses penggandaan tersebut yang tidak sempurna. Sesekali terjadi kesalahan penggandaan yang membuat keturunannya tidak persis seperti induknya. Ketidaksempurnaan ini justru adalah kesempurnaan kehidupan.

Dari situlah lahir keberagaman hidup. Keberagaman adalah manifestasi prakarsa Sang Maha Pencipta.

Para ilmuwan modern menyimpulkan DNA membentuk konfigurasi gelombang dan dapat dimodifikasi melalui cahaya, radiasi, medan magnet atau gelombang sonic.

Pada tatanan spiritualitas Islam, dzikrullah merupakan kunci membuka hijab dari kegelapan menuju cahaya Ilahi. Al Qur’an menempatkan dzikrullah sebagai pintu pengetahuan, sebagaimana tercantum dalam surat Ali Imran 190-191.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau sambil duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau …”

Kalimat “yadzkurunallah” orang-orang yang mengingat Allah, didalam ‘tata bahasa arab’ berkedudukan sebagai ma’thuf (tempat bersandar) bagi kalimat-kalimat sesudahnya, sehingga dzikrullah merupakan dasar atau azas dari semua perbuatan peribadatan baik berdiri, duduk dan berbaring serta merenung (kontemplasi).

Dengan demikian praktek dzikir bebas tidak ada batasannya. Bisa sambil berdiri, duduk, berbaring, atau bahkan saat beraktivitas duniawi sekalipun bisa dikatakan berdzikir, jika dilandasi mengikat diri kepada Allah, senantiasa mengingat Allah.

Dzikrullah adalah bahasa cahaya yang merupakan sarana pembangkitan kesadaran diri, yang akan melahirkan kecerdasan jiwa yang luas. Dzikrullah merupakan sikap mental spiritual menghubungkan diri kepada Allah, dalam memadukan takdir dengan ikhtiar.(*/Tian)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago