(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Jalan Jalan

HAKIKAT TAWAKKAL DAN DOA YANG DIAJARKAN RASULULLAH SAW

Para ulama mengatakan sangat sedikit manusia yang berserah diri sepenuhnya kepada Allah Taala. Foto ilustrasi/Ist
Banyak yang bertanya bagaimana sebenarnya tawakkal yang diajarkan oleh syariat. Secara bahasa, tawakkal atau tawwakkul (توكُل‎‎) artinya menyerahkan. Secara umum tawakkal adalah berserah diri sepenuh hati dan menyandarkan segala urusan hanya kepada Allah Ta’ala.

Dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman: “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah” (QS Ali Imran: 159).

Dalam kajian Majlis Ta’lim Darul Murtadza beberapa waktu lalu, Ulama Malaysia Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid menukil pendapat Imam Hathim Al-Ashan terkait tawakkal. Imam Hathim Al-Asham (wafat pada tahun 237 H), seorang ulama besar asal Khurasan dikenal mempunyai tawakkal yang tinggi.

Beliau pernah ditanya: “Wahai Hathim, apa pemahamanmu tentang tawakkal?” Beliau menjawab:

1️. Saya yakin kalau rezeki saya sudah dijamin Allah, maka saya tak risau tentang rezeki.
2️. Saya yakin amal perbuatan yang patut saya buat, tak mungkin orang lain buat, maka saya sibuk dengan amal saya.
3️. Saya yakin kalau kematian itu datang secara mengejutkan, maka saya mendahului sebelum dia (ajal) tiba. (mempersiapkan diri setiap waktu).
4️. Saya yakin pandangan Allah Ta’ala senantiasa melihat saya, maka saya senantiasa mengawasi ‘pandangan’ Allah.

Dalam Kitab Al-Hikam, Syeikh Ibnu ‘Athoillah As-Sakandariy (wafat 1309) menukil satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada putri tercintanya, Fathimah Az-Zahra radhiallahu ‘anha.(Baca Juga: Ustaz Muchlis: Jangan Mengandalkan Diri, Libatkan Selalu Allah Ta’ala)

Nabi Muhammad SAW mengajarkan tawakkal kepada Sayyidah Fatimah RA dengan berdoa di setiap pagi dan petang:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ! أَصْلِحْ لِي شَأْنِيَ كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Artinya:
Wahai (Dzat) yang Maha Hidup dan Maha Berdiri! Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah urusanku seluruhnya, dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata. (HR Imam An-Nasai, Imam Al-Hakim).

Syeikh Syeikh Ibnu ‘Athoillah mengatakan, kebanyakan manusia mengandalkan urusannya kepada dirinya, kepintarannya, amal perbuatannya. Dan sangatlah sedikit manusia yang menginginkan berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Sementara dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa sebaik-baik agama seseorang adalah yang ‘aslama wajhahu’ (menyerahkan wajahnya), seluruh eksistensinya, seluruh jiwa-raganya, hidup dan matinya, hanya kepada Allah Ta’ala.(*/Ridz)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago