(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Santap Ria

HIKMAH CORONA, KELUARGA BISA SEMAKIN ERAT DI MEJA MAKAN

Gegara pandemi COVID-19, banyak hal positif yang bisa dipelajari. Salah satu yang sekarang ini banyak dirasakan beberapa keluarga adalah kebersamaan yang semakin erat.

Pandemi COVID-19 membuat Anda tak boleh keluar rumah jika dirasa tak perlu. Alhasil, banyak interaksi antar keluarga yang terjadi di dalam rumah sekarang ini, bukan begitu?

Dan hal yang bisa dirasakan dari self isolation atau social distancing sekarang adalah meja makan menjadi ramai. Bukan persoalan ramai akan makanan, tetapi saat waktu makan, semua angota keluarga berkumpul bersama. Serupa saat umat Islam buka puasa di bulan Ramadhan.

Nah, di momen seperti ini, tidak ada salahnya untuk Anda memanfaatkan momen seperti mengajak anak melakukan aktivitas bersama. Seperti yang disarankan laman Nutrition.org, jangan ragu untuk libatkan anggota keluarga saat membuat makanan yang akan dihidangkan.

Jika keluarga Anda ada anak, maka libatkan anak misalnya dengan merapikan meja makan, bantu membuat salad atau menu makanan yang sederhana, atau memarut keju. Sebisa mungkin, gunakan momen ini untuk mempererat hubungan Anda dengan anak.

Selain itu, karena setiap anggota keluarga akan makan di dalam rumah setiap harinya, maka tidak ada salahnya untuk mencoba menu masakan baru.

Menu makanan yang disarankan sebisa mungkin yang ‘handmade’ dan bisa melibatkan anggota keluarga lain untuk membuatnya. Sebut saja membuat bakso, pizza, memanggang ayam, atau menu lainnya yang disukai anggota keluarga Anda.

Hal penting dari semua ini adalah terjadi interaksi yang intim di meja makan antara Anda, pasangan, pun anak. Usahakan momen makan bersama ini terjadi obrolan yang berkualitas sehingga akan membuat Anda dan anggota kelurga lainnya saling sayang.

Disarankan juga oleh ahli untuk tidak memperbolehkan anggota keluarga makan sambil nonton televisi. Kebiasaan ini akan menghilangkan makna dari makan bersama di meja makan. Kebiasaan itu juga akan tidak berkualitas karena fokus akan terpecah-pecah.

So, jangan jadikan pandemi COVID-19 ini selalu berakhir masalah. Jika kita bisa melihat situasi sekarang dari sisi positif, akan membuat hidup lebih bahagia dan berdampak pada kesehatan mental dan psikis. Yuk biasakan kembali makan bersama di meja makan.(*/Nia)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

6 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

6 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

6 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

7 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

7 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

7 jam ago