(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Kesehatan

IBU HAMIL DENGAN LUPUS BERISIKO ALAMI KEGUGURAN BERULANG

JAKARTA – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa ibu dengan lupus berisiko mengalami keguguran berulang. Hal ini membutuhkan penanganan serta pemantauan ketat terkait aktivitas penyakitnya tersebut.

“Memang berisiko keguguran berulang biasanya kalau lupusnya sedang aktif, tapi masih mungkin untuk bereproduksi,” kata Konsultan Alergi Imunologi Anak IDAI Dr Reni Ghrahani Dewi Majangsari saat diskusi daring “Mengenali Lupus Pada Anak” di Jakarta, Selasa (12/5).

Reni mengatakan, kondisi tersebut dibutuhkan pemantauan yang ketat dari dokter yang merawat ibu atau penderita lupus. Sebab, dalam keadaan terkontrol, obat yang dikonsumsi juga dapat diatur sehingga bisa bereproduksi.

Terkait risiko secara genetik, jika ibu yang menderita lupus memiliki keturunan maka kemungkinan penyakit yang sama diderita oleh sang anak sebenarnya sangat kecil. Beberapa laporan hanya menyebutkan segelintir saja.

“Tidak disebutkan bahwa orang tua lupus, anak akan menjadi lupus juga. Dari beberapa laporan disebutkan hanya berpotensi lima persen saja. Memang ada, tapi angkanya sangat kecil,” kata dia.

Apalagi perlu diingat, kata dia, bila seorang anak memiliki potensi tetap saja belum tentu ia juga akan terkena penyakit tersebut. Secara umum, penting untuk mendiagnosis anak yang diwaspadai terkena lupus.

Diagnosis, lanjut Reni, bisa dilakukam dengan melihat pada tanda dan gejala di antaranya demam tanpa sebab yang jelas. Kemudian, bolak-balik berobat karena panas badan, serta biasanya ditemukan sendi yang bengkak dan nyeri.

Kemudian, mungkin ditemukan ruam pada kulit walaupun tidak semua anak memiliki tanda ini. Tanda lainnya, yakni rambut yang menipis, mudah lelah, sariawan di langit-langit namun tidak nyeri serta di beberapa keadaan tertentu ada nyeri dada atau sesak.

“Ada juga dengan keluhan sensitif terhadap sinar matahari. Kalau ini memang nantinya harus menghindari berjemur dengan sinar matahari karena dapat memperparah penyakitnya,” katanya.

Secara umum ia berharap anak-anak dengan penyakit lupus tetap dapat tumbuh normal dengan menjalani pengobatan yang optimal serta pertumbuhannya diperhatikan. Sebab, lupus ialah penyakit sistemik yang bisa mengganggu tumbuh kembang anak.

“Harapan kita dan targetnya ialah penyakitnya dapat dikontrol, tumbuh kembangnya baik dan anak bisa memiliki kualitas hidup yang baik pula,” ungkapnya.(*/Nia)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago