(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Kesehatan

JANGAN PANIK, CORONAVIRUS TAK MENULAR DARI BENDA YANG TERINFEKSI

JAKARTA – Beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia dihebohkan dengan aksi dua orang yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat berbelanja di mal. Aksi tersebut menjadi viral dan perbincangan para netizen.

Sebagaimana diketahui, aksi tersebut dilakukan semata-mata untuk melindungi diri dari penularan virus corona COVID-19. Mereka takut terinfeksi akibat menyentuh barang dan benda yang tercemar virus selama berbelanja.

Dokter Aesthetic Anti Aging dan Sexologist Specialist, dr. Haikal Anshari, mengatakan menyentuh barang atau benda yang terinfeksi virus corona tidak akan membuat seseorang menjadi sakit, asalkan dilakukan dengan aturan yang dianjurkan.

“Tidak, asalkan kita tidak menyentuh mulut, hidung dan mata kita sebelum mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Virus corona menular melalui droplet atau percikan cairan yang mengandung virus,” terang dr. Haikal.

Dokter Haikal mengatakan droplet dapat keluar pada saat seseorang sedang batuk, bersin bahkan berbicara. Penyakit ini juga bisa menular melalui tangan yang belum dicuci saat menyentuh area wajah dan bukan melalui udara.

“Inilah mengapa seseorang diwajibkan untuk melakukan physical distancing atau jaga jarak minimal satu meter. Jika lebih dari satu meter, virus ini akan jatuh dan tidak melayang-layang di udara,” sambungnya.

Selain menggunakan APD lengkap, saat ini banyak masyarakat yang menyemprotkan disinfektan di seluruh tubuh. Masyarakat melakukan hal ini karena percaya bahwa virus yang menempel pada tubuh manusia akan mati terbunuh.

“Disinfektan tidak akan membunuh virus yang telah masuk ke dalam tubuh. Bahkan menyemprotkan cairan tersebut akan mengganggu mukosa dalam tubuh. Misalkan mata dan mulut. Tidak ada rekomendasi WHO untuk menggunakan disinfektan ke tubuh manusia,” lanjutnya.

Lebih lanjut, dr. Haikal mengatakan, disinfektan bukan untuk digunakan langsung ke manusia tapi zat kimia yang digunakan untuk membersihkan dan membunuh kuman pada benda tak hidup.

Disinfektan ditemukan pada produk pembersih lantai, dapur dan pembersih rumah tangga lainnya. Bahkan sejumlah disinfektan mengandung bahan kimia kuat dan berbahaya. Penggunaan disinfektan pada manusia sangat tidak dianjurkan.

Dokter Haikal pun membagikan empat cara terbaik yang bisa dilakukan untuk menghindari virus corona dan tidak menularkannya pada orang lain.

1. Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesuai standar WHO minimal 20 detik.

2. Lakukan physical distancing atau tetap di rumah dan tidak keluar jika tidak perlu.

3. Terapkan etika batuk atau bersin dengan tisu atau lengan baju atas untuk menutup mulut dan hidung.

4. Pahami bahwa alat pelindung diri (APD) hanya digunakan oleh tenaga medis.(*/Nia)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago