(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Gaya Hidup

KECANDUAN MEDSOS CENDERUNG SENDIRI DARI PADA BERSOSIALISASI

JAKARTA – Bersosialisasi di media sosial mungkin keliru. Penelitian baru yang diterbitkan dalam Psychological Reports memberikan bukti penggunaan media sosial cenderung menyebabkan seseorang menyendiri daripada benar-benar bersosialisasi.

“Di kampus saya dan dalam kehidupan sehari-hari secara umum, saya memperhatikan volume media digital dan penggunaan ponsel yang luar biasa. Istilah media sosial menyiratkan interaksi sosial, tetapi kebanyakan orang tampaknya terlibat dalam kegiatan itu sendiri,” kata penulis studi dari Stony Brook University dan laboratorium Lasell Cognition and Aging, Lauren Hill.

Dilansir di Psy Post, dia dan timnya tertarik dengan topik ini untuk melihat apakah keinginan awal seseorang terhadap media sosial terkait dengan kecenderungan untuk sosialisasi atau isolasi. Dalam studi ini, 136 peserta menilai keinginan 40 gambar.

Gambar-gambar tersebut terdiri dari ikon media sosial populer, adegan yang melibatkan aktivitas menyendiri dan adegan yang melibatkan orang dalam aktivitas sosial, gambar rambu lalu lintas juga dimasukkan sebagai kontrol. Para peneliti menemukan korelasi positif antara gambar media sosial dan gambar aktivitas menyendiri. Dengan kata lain, peserta yang memberikan gambar media sosial juga cenderung memberikan gambar aktivitas menyendiri.

Mereka yang memilih gambar media sosial memiliki dampak media sosial yang lebih besar pada kehidupan sosial mereka dan melaporkan menghabiskan lebih banyak waktu di situs media sosial. “Kuncinya adalah daya tarik ke media sosial dan isyarat visual terkait media sosial mungkin menyebabkan kecenderungan untuk isolasi sosial dan isyarat visual yang mewakili aktivitas menyendiri. Media sosial yang tampaknya bersifat sosial, tetapi nyatanya menyebabkan perasaan kesepian yang lebih besar dengan membatasi kesempatan untuk sosialisasi kehidupan nyata,” kata Hill.

Selalu ada kesalahan ketika menggunakan laporan terkait dengan konsumsi media sosial. Meskipun demikian, temuan serupa telah digemakan dalam penelitian lain.
Ada banyak hal positif dan negatif terkait penggunaan media sosial, terutama bagi kaum muda. Hal yang penting adalah konten dan konteks penggunaan, terutama ketika itu untuk jangka waktu yang lama. Media sosial dapat bermanfaat dalam sejumlah cara berbeda, tetapi cara penggunaannya itulah yang membedakan.(*/Di)

Redaksi

Recent Posts

TIRTA KAHURIPAN DUKUNG PENUH BUPATI BOGOR CUP TOUR MALSARI HALIMUN SALAK 2025

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Bogor sukses menggelar…

6 hari ago

PASAR RAKYAT CITAYAM DIREVITALISASI MENJADI NYAMAN DAN BERSIH BAGI PEDAGANG DAN PEMBELI

CIBINONG – Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor telah merevitalisasi Pasar Rakyat Citayam secara keseluruhan mulai…

2 minggu ago

TIRTA KAHURIPAN : KALDER AIR MANCUR, JEJAK SEJARAH DISTRIBUSI AIR BERSIH

BOGOR – Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Tedi Kurniawan, menegaskan bahwa Kelder Air…

2 minggu ago

SURVEI KEPUASAN PELANGGAN,TIRTA KAHURIPAN TINGKATKAN KEUALITAS PELAYANAN

CIBINONG – Sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan kembali…

1 bulan ago

APLIKASI MYKAHURIPAN LEBIH CEPAT DAN MUDAH

CIBINONG - Kini aplikasi kepelangganan milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan memiliki fitur yang lebih…

2 bulan ago

PEMANCANGAN TIANG PANCANG PASAR RAKYAT LEUWILIANG, AWAL KEBANGKITAN EKONOMI PASCA KEBAKARAN

CIBINONG - Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor resmi memulai tahap pembangunan Pasar Rakyat Leuwiliang, yang…

2 bulan ago