(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Berita Orbit

KEMENAG RI GELAR HASIL HISAB: 1 DZULHIJJAH JATUH PADA 8 JUNI 2024

JAKARTA – Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar seminar posisi hilal sebelum menggelar sidang isbat penentuan 1 Dzulhijjah 1445 H.
Seminar ini dibuka oleh Prof Kamaruddin Amin selaku Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag. Dalam sambutannya, Kamaruddin menjelaskan pentingnya sidang isbat.

“Sidang isbat diperlukan sebagai sarana negara untuk bersepakat menentukan kapan 1 Ramadan, 1 Syawal, dan 1 Dzulhijjah. Dalam sidang isbat, pemerintah tidak berpretensi sebagai pihak yang paling tahu,” ujarnya dalam seminar yang turut disiarkan secara daring, Jumat (7/6/2024).

Dalam sidang isbat, pemerintah menghadirkan para ulama, pakar ilmu falak, dan ahli astronomi untuk memberikan pandangan sekaligus mengambil kesepakatan bersama.

Seminar ini dihadiri oleh Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya yang memaparkan tentang posisi hilal 1 Dzulhijjah 1445 H.

Cecep menjelaskan pemantauan posisi hilal awal Dzulhijjah dilakukan pada Jumat 7 Juni 2024 yang bertepatan dengan 29 Dzulqo’dah 1445 H.

“Peta ketinggian hilal saat matahari tenggelam bertepatan dengan 29 Dzulqodah 1445 di angka 8, 9, 10, 11 semakin ke barat semakin tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Cecep mengatakan, di Indonesia elongasi yang sangat menentukan terpantau sangat tinggi yakni di angka 12, 13, 14, 15. “Sangat optimis bahwa hilal berpeluang terlihat di seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Ijtimak dapat dimaknai sebagai kondisi ketika bumi, bulan dan matahari berada pada posisi garis bujur yang sama. Ijtimak secara astronomis merupakan batas antara bulan yang sedang berlangsung dengan bulan berikutnya dalam kalender Hijriah.

“Di Indonesia, ijtimak terjadi pada Kamis 6 Juni 2024 pukul 19.37 WIB, kemarin bada Isya,” tegas Cecep.

Menurut Cecep, Jumat 7 Juni 2024 atau 29 Dzulqodah di Jakarta, hilal sudah tergolong sangat tua umurnya 22 jam.

Kriteria hilal (bulan) awal Hijriyah adalah ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam. MABIMS bersepakat untuk mengubah kriteria tersebut menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat

“Kalau tadi digabungkan dengan kriteria MABIMS tinggi hilal 3 dan elongasi 6,4 di seluruh wilayah NKRI posisi hilal sudah masuk kriteria, hilal mungkin bisa diamati,” tegasnya.

“Jadi keputusannya, awal bulan Dzulhijjah 1445 H jatuh pada hari Sabtu Legi tanggal 8 Juni 2024 Masehi. Ini sudah dihitung dua tahun yang lalu dan sudah dipakai dalam takhim standar Indonesia. Ini sifatnya informatif,”tandasnya.(*/Fa)

orbit

Recent Posts

5 SAHABAT NABI KAYA RAYA DAN SUKA MENYUMBANGKAN HARGA DI JALAN ALLAH SWT

Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…

13 jam ago

PENULARAN HIV YANG PALING UMUM, LEWAT SEKS HINGGA JARUM SUNTIK

JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…

13 jam ago

SUAMI SAYANG ISTRI, 9 CIRI SUAMI YANG BUKAN HANYA MANIS DI BIBIR

JAKARTA - Ciri-ciri suami sayang istri kerap menjadi perbincangan di media sosial. Namun, kasih sayang…

13 jam ago

PENYELAMATAN PERNIKAHAN DI AMBANG PERCERAIAN, INI ADA 7 CARA

JAKARTA - Masalah dalam pernikahan merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap pasangan bisa menghadapi konflik,…

13 jam ago

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

24 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

24 jam ago