(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
JAKARTA – Meski Idulfitri telah usai, tapi sejumlah hidangan pasti masih tersisa di meja makan. Jangan kalap untuk buru-buru melahapnya.
Setiap orang memiliki batas toleransi yang saling berbeda terhadap jenis hidangan-hidangan ala Lebaran.
“Orang yang memiliki riwayat masalah pencernaan maka sebaiknya hindari makanan pedas dan bersantan karena akan menimbulkan diare,” ujar ahli gizi dari Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Ika Setyani beberapa waktu lalu, melansir Antara.
Daripada membiarkan perut ‘berkerut’ karena konsumsi santan berlebih, akan lebih baik jika Anda menyadari dan mengenali batas kemampuan diri soal makanan sebelum melahapnya.
Ika menjelaskan, secara umum, Kementerian Kesehatan menyarankan tingkat konsumsi normal untuk gula sebesar 54 gram (4 sdm), garam 2 ribu miligram, natrium 1 sdt, dan lemak atau minyak 72 gram (5 sdm) per hari.
“Batas-batas ini lah yang harus diperhatikan dalam konsumsi makanan, terutama makanan Lebaran yang notabene mengandung banyak lemak, garam, dan gula,” jelas Ika.
Asupan gula, garam, dan lemak berlebih dalam waktu lama akan meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung, dan hipertensi.
Ika mengingatkan agar masyarakat lebih pintar dalam mengenali batas diri terhadap makanan. Apalagi bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes, kolesterol tinggi, jantung, dan hipertensi. (*/Ni)
CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…
CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…
CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…
CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…
JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…
JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…