(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Jalan Jalan

KETAATAN PALSU DAN MERASA DIRI YANG BENAR

Sesungguhnya tidak ada sesuatu hal pun di dunia ini yang lebih menggembirakan, kecuali bisa taat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan sempurna.

Sempurna dalam arti memiliki ketaatan yang dilandasi keikhlasan hati, jauh dari upaya pura-pura taat padahal di belakang itu sering melanggar aturan Allah, dan tidak pernah memaksa dalam bentuk apa pun pada Sang Khalik.

Hamba Allah yang benar-benar taat kepada-Nya tidak akan pernah membuat siapa pun merasa dilecehkan, selalu optimistis menatap masa depan, dan tidak pernah malu untuk menyesali sebuah perbuatan apabila perbuatan itu menyimpang dari ajaran dan kasih sayang Allah yang Rasulullah ajarkan.

Ia akan menyesalinya dengan tobat.

Sering kali kita bangga mengaku taat kepada Allah. Bangga dengan semua ibadah yang setiap saat dilakukan. Namun, kadang-kadang kita juga tidak berhenti melakukan kesalahan dan dosa. Bahkan, selalu menolak dengan keras kalau ada orang yang menasihati dan mengingatkan kita. Seolah-olah kita sendiri yang benar.

Sesungguhnya ketaatan kepada Allah tidak selalu dibuktikan dengan pakaian dan tampilan fisik semata, meskipun hal itu sangat penting. Orang yang berpakaian layaknya nabi belum tentu lebih mulia posisinya di sisi Allah dibandingkan orang yang berpakaian ala kadarnya. Apa sebabnya? Hanya Allah yang tahu hati hamba-Nya.

Terkadang kita shalat, tetapi pada waktu yang lain kita melakukan dosa. Ada apa dengan shalat kita?

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Ankabut: 45).

Kita rajin shalat bahkan tidak pernah ditinggalkan. Namun, hasil shalat tidak pernah berbekas dalam praktik keseharian. Shalat sebatas ritual yang tidak punya arti apa pun selain dapat lelahnya saja. Di atas sajadah kita taat, di luar itu kita sebaliknya.

Shalat adalah patokan utama baik dan buruknya akhlak manusia di sisi Allah. Jika shalat tidak mampu mengubah diri menjadi pribadi yang menjauhi maksiat, berarti cara kita mengerjakan dan memaknai shalat pasti ada yang salah.

Apa sebab? Tidak mungkin ketaatan disandingkan dengan kemaksiatan. Keduanya selalu berada di jalan yang berbeda. Tidak mungkin sama apa pun alasannya.

Pada suatu hari, Ibnu Mas’ud pernah ditanya mengenai seseorang yang biasa memperlama shalatnya. Kemudian sahabat Rasulullah yang saleh ini berkata, “Shalat tidaklah bermanfaat kecuali jika shalat tersebut membuat seseorang menjadi taat.”

Kalau shalat tidak mampu mengubah diri menjadi lebih saleh, tampaknya kita harus mengoreksi shalat kita dengan saksama. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena kita akan rugi sendiri, terlebih kelak di akhirat ketika bersidang di hadapan Allah Sang Khalik.

Hasan al-Bashri berkata, “Barang siapa yang melaksanakan shalat, tetapi shalat tersebut tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, ia hanya akan semakin menjauh dari Allah.” Tentu kita tidak ingin menjauh dari Allah.(*/Ridz)

orbit

Recent Posts

cw-check-https://test123.com/

cw-check https://test123.com

6 hari ago

Coronavirus disease 2019

COVID-19 is a contagious disease caused by the coronavirus SARS-CoV-2. In January 2020, the disease…

6 hari ago

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

3 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago