(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Santap Ria

MANFAAT KARBOHIDRAT UNTUK TUBUH

JAKARTA – Ketika seseorang tengah melakukan program diet, tak sedikit yang salah dalam penerapannya. Mereka cenderung mengurangi konsumsi karbohidrat, bahkan tidak mengonsumsinya sama sekali agar berat badannya segera turun.

Penerapan diet seperti itu justru tidak baik bagi tubuh kerena menurut ahli nutrisi dan teknologi pangan Prof Dr Ir Made Astawan MS, orang Indonesia rata-rata membutuhkan sumber karbohidrat sebagai sumber energinya. Jadi, apabila sumber tersebut tidak dikonsumsi, justru akan membahayakan tubuh orang tersebut.

Mereka yang melakukan diet ketat, kata Astawan, umumnya khawatir makan karbohidrat terlalu banyak seperti nasi. Kekhawatiran itu disebabkan oleh kandungan nasi, yaitu kadar gula yang tinggi dan dapat terjadi penumpukan lemak dalam tubuh.

“Padahal, kandungan gula tersebut justru penting sebagai sumber energi,” ungkapnya dalam pembahasan terkait Noncommunicable Disease Penyebab Utama Kematian Global di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain berfungsi sebagai sumber energi, menurutnya, karbohidrat juga berfungsi sebagai sumber makanan utama pada otak. Tidak seperti organ lainnya, otak tidak bisa menggunakan energi dari cadangan lemak. Oleh karena itu, energi dari karbohidrat sangat berperan penting untuk kerja otak.

“Otak kita hanya dapat menggunakan glukosa atau gula sebagai sumber energi. Di sisi lain, otak hanya mempunyai sedikit cadangan energi,” katanya beberapa waktu lalu.

Zat glukosa di dalam karbohidrat merupakan sumber makanan utama bagi otak kita agar dapat mengolahnya menjadi energi. Namun, apabila kebutuhan karbohidrat harian kita tidak terpenuhi dengan baik, yang terjadi adalah turunnya kadar gula dalam darah.

Oleh karena itu, ketersediaan glukosa secara konstan harus tetap dijaga agar otak dapat berfungsi dan bekerja dengan baik. Perlu diingat bahwa mengurangi konsumsi karbohidrat memang diperbolehkan, namun bukan berarti tidak mengonsumsinya sama sekali setiap harinya.

Selain itu, menurut Made, orang yang kebutuhan karbohidrat hariannya tidak terpenuhi dengan baik akan mengakibatkan orang tersebut mudah stres, sakit kepala, mudah berkeringat, gemetar, pusing, lapar, pandangan kabur, hingga kelelahan yang sangat ekstrem. Untuk itu, Made mengimbau agar setiap orang harus memenuhi kebutuhan karbohidrat hariannya melalui berbagai sumber.

“Karbohidrat bisa didapat tidak hanya melalui beras atau nasi, tetapi juga bisa didapat dari golongan polisakarida (PATI), seperti jagung, gandum, singkong, talas, dan kentang,” katanya.

Namun, lanjut Made, sumber glukosa yang paling tinggi tetap dimiliki oleh beras atau nasi. Sehingga, jika diperlukan bagi pelaku diet sehat, dapat mengganti peran karbohidrat utamanya dengan mengonsumsi makanan sejenisnya. Tentunya, dengan jumlah glukosa yang lebih rendah.

“Ini bisa menjadi alternatif bagi para pelaku diet sehat. Yang terpenting, kebutuhan karbohidratnya tetap terpenuhi dengan baik serta diimbangi dengan konsumsi buah dan sayur,”sambungnya.(*/Ni)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

7 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

7 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

7 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

7 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

7 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

7 jam ago