(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Warna Warni

MASKER TERBUKTI MAMPU SELAMATKAN NYAWA DARI COVID-19

JAKARTA – Perusahaan riset pasar Inggris YouGov, tim dari Klinik Miyazawa di Hyogo, dan Universitas Houston-Victoria mengumpulkan data lewat model komputer untuk melihat bagaimana berbagai faktor memengaruhi tingkat kematian akibat penyakit Covid-19 di berbagai negara.

Hasilnya, penggunaan masker wajah menjadi cara paling signifikan dalam mengurangi risiko kematian akibat Covid-19.

Menurut studi yang tercantum dalam makalah yang diterbitkan pada di situs web pracetak Medrxiv.org itu, pemakaian masker memiliki dampak 70 persen pada tingkat kematian. YouGov meneliti warga di lebih dari 20 negara terkait penggunaan masker di ruang publik umum.

Proporsi yang menjawab “ya” hanya 21 persen di Inggris, tetapi lebih dari 90 persen di beberapa negara Asia. Di China, misalnya, tidak mengenakan masker di ruang publik dianggap sebuah pelanggaran dan orang asing telah ditangkap karena tidak pakai masker.

Di Jepang, kebanyakan orang memakai masker, tapi itu bukan persyaratan hukum.

Selain data masker wajah, studi Jepang juga memperhitungkan usia dan indeks massa tubuh responden, menurut penulis utama Dr Daisuke Miyazawa, seperti dilansir laman South China Morning Post. Abstrak penelitian ini mengatakan “identifikasi prediktor biomedis dan sosial ekonomi untuk jumlah kematian oleh Covid-19 di antara negara-negara akan mengarah pada pengembangan intervensi yang efektif”.

“Tingkat pemakaian masker “ditemukan sebagai prediktor terkuat untuk jumlah kematian per juta”, dan semakin cepat orang mulai memakai masker, semakin baik,” kata para peneliti.

Hampir 80 persen dari kematian Covid-19 yang dilaporkan pada awal Juni dapat dikaitkan dengan keengganan orang untuk memakai masker wajah pada pertengahan Maret. Mengenakan masker kemudian memiliki beberapa efek positif, tetapi pada awal Mei segala manfaatnya telah tampak mencapai puncaknya.

Sebelumnya, sudah ada beberapa studi yang mengungkapkan signifikansi pemakaian masker. Sebuah studi oleh para peneliti dari University of Cambridge di Inggris pada bulan April menunjukkan bahwa masker universal telah berkontribusi pada peniadaan Covid-19 di semua negara Asia, kecuali India.

Studi lain oleh para peneliti dari California Institute of Technology bulan ini juga menilai masker wajah “cara paling efektif untuk mencegah penularan antarmanusia”. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan ini merekomendasikan untuk memakai masker wajah di keramaian.

Mengingat bukti yang terus berkembang, WHO menyarankan bahwa pemerintah harus mendorong masyarakat umum untuk memakainya. Adapun para peneliti Jepang juga menemukan bahwa orang dengan lemak tubuh lebih sedikit tidak mau memakai masker wajah. Ketika orang mengalami obesitas, mereka merasa lebih tidak nyaman mengenakan masker.

“Karena orang dewasa yang gemuk menghirup rata-rata 50 persen lebih banyak udara per hari daripada orang dewasa yang tidak gemuk,” kata peneliti.(*/Ni)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

8 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

8 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

8 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

8 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

8 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

8 jam ago