(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Berita Orbit

MEGAHNYA MASJID BIRU, KEMBARAN HAGIA SOPHIA DI ISTANBUL

Sultan Ahmed Camii atau lebih dikenal sebagai Masjid Biru merupakan salah satu bangunan termegah di Turki. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan zaman kejayaan Dinasti Ottoman yang masih berfungsi hingga saat ini.

Setelah penandatanganan Perjanjian Zsitvatorok antara Kekaisaran Ottoman dan Kerajaan Habsburg, Sultan Ahmed I memimpin kerajaan yang telah melalui zaman keemasannya. Dalam kurun waktu lima belas tahun sejak tahun 1603, kerajaan mengalami kekalahan besar dalam perang melawan Persia. Sultan Ahmed I memutuskan untuk membangun sebuah masjid megah untuk mengembalikan nama besar Ottoman.

Dibangunlah Sultan Ahmed Camii, masjid pertama Kekaisaran Ottoman. Sebelumnya Hagia Sophia atau Ayasofya yang dianggap sebagai masjid resmi kerajaan. Namun masjid itu adalah bangunan peninggalan Kekaisaran Byzantium.

Pembangunan masjid mengundang kemarahan kaum ulama karena dananya dikumpulkan dengan meloroti kas negara. Sementara sultan-sultan sebelumnya membiayai pembangunan masjid dari harta pampasan perang. Apa mau dikata, Ahmed I memang tak berhasil mengumpulkan banyak kekayaan dari perang. Selain itu jumlah menaranya dianggap hendak menyamai Ka’bah di Makkah.

Kembaran Hagia Sophia dengan Perpaduan Arsitektur Islam dan Kristen

Masjid Biru dibangun sejak tahun 1609 sampai 1616. Arsiteknya adalah Sedefkar Mehmed Aga. Mehmed Aga menjadikan Ayasofya sebagai cetak biru masjid. Dia memadukan elemen arsitektur Kristen era Byzantium dan Islam. Ide dari gurunya, Mimar Sinan juga dimasukkan untuk mewujudkan visi mengenai sebuah masjid yang megah. Karena itulah, Sultan Ahmed Camii dianggap sebagai masjid agung terakhir dari zaman klasik.

Majid dibangun di atas tanah yang dulunya adalah tempat berdirinya istana kerajaan Byzantium, berhadapan dengan Ayasofya. Memiliki enam kubah, enam menara, dan delapan kubah sekunder.

Dinding bagian dalam dilapisi dengan 20.000 ubin keramik dari Iznik. Langit-langitnya didominasi warna biru. Dari sinilah julukan Masjid Biru berasal. Ubin di lantai kedua memiliki pola rumit buah-buahan, bebungaan, dan cemara. Sementara lantai dasar dihiasi ubin dengan pola sederhana. Perbedaan ini disebabkan karena dana pembangunan yang terus disusut. Sehingga kualitas ubin yang digunakan pun semakin berkurang dari waktu ke waktu.

Mihrab terbuat dari marmer yang dipahat dengan hati-hati. Sementara lampu berlapis emas, bola-bola kristal, dan telur burung unta menghiasi langit-langit. Sayangnya dekorasi ruangan ini sekarang sudah diamankan di museum.

Terbuka untuk Pengunjung, Bahkan yang Non-Muslim
Selain berfungsi sebagai masjid, Sultan Ahmed Camii adalah sebuah kompleks luas tempat berlangsungnya segala jenis kegiatan sosial. Di lahan masjid juga berdiri madrasah, sekolah dasar, paviliun kerajaan, arasta bazaar tempat para pedagang berjualan suvenir, taman, dan makam.

Wisatawan bebas berpiknik di pelataran maupun mengunjungi masjid, asal mematuhi aturan berbusana yang ditetapkan pengelola.(*/Dan)

orbit

Recent Posts

5 SAHABAT NABI KAYA RAYA DAN SUKA MENYUMBANGKAN HARGA DI JALAN ALLAH SWT

Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…

7 jam ago

PENULARAN HIV YANG PALING UMUM, LEWAT SEKS HINGGA JARUM SUNTIK

JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…

7 jam ago

SUAMI SAYANG ISTRI, 9 CIRI SUAMI YANG BUKAN HANYA MANIS DI BIBIR

JAKARTA - Ciri-ciri suami sayang istri kerap menjadi perbincangan di media sosial. Namun, kasih sayang…

7 jam ago

PENYELAMATAN PERNIKAHAN DI AMBANG PERCERAIAN, INI ADA 7 CARA

JAKARTA - Masalah dalam pernikahan merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap pasangan bisa menghadapi konflik,…

7 jam ago

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

18 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

18 jam ago