(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Histori

MENGENAL BAJAK LAUT MUSLIM PADA MASA UTSMANI

Semasa pemerintahan Kekhilafahan Utsmaniyah, ada sejumlah bajak laut Muslim yang pernah menguasai lautan Mediterania. Mereka dikenal sebagai pelaut yang amat disegani pada zamannya.

Basis operasi mereka mencakup kawasan pantai utara Afrika, seperti Tunis, Rabat, Tripoli, dan Aljir. Kebanyakan dari mereka adalah orang Turki dan perompak asal Eropa yang masuk Islam. Berikut adalah sederet nama bajak laut Muslim yang hidup antara abad ke-15 hingga abad ke-17, seperti dikutip laman muslim.com.

Hayreddin Barbarossa dan Oruç Barbarossa

Kedua bajak laut berdarah Yunani ini dikenal sebagai “Barbarossa Bersaudara”. Julukan “Barbarossa” pertama kali disematkan kepada Oruç (1474–1518) karena jenggotnya yang berwarna merah. Dalam bahasa Italia, kata tersebut memang memiliki arti “berjenggot merah”.

Semasa hidupnya, Oruç kerap di panggil dengan sebutan “Baba Oruç” (Bapa Oruç) karena kemurahan hatinya menyelamatkan para pengungsi Andalusia dari penindasan penguasa Nasrani Spanyol di masa Recon quista. Dia membantu menyeberangkan sejumlah besar kaum Muslim dan Yahudi dari Spanyol menuju daratan Afrika Utara.

Dengan bantuan Kesultanan Utsmaniyah, Oruç berhasil merebut Aljir pada 1516. Sejak saat itu, ia menjadi penguasa di wilayah itu dan kemudian menahbiskan diri sebagai sultan Aljir. Dua tahun berselang, ia dibunuh oleh tentara Spanyol.

Setelah Oruç wafat, julukan “Barbarossa” kemudian diambil alih oleh adik laki-lakinya, Hayreddin (1478–1546). Hayreddin selanjutnya meneruskan misi sang kakak memerangi bangsa Spanyol dan memperluas wilayah Kerajaan Aljir. Selama lebih dari 30 tahun, Hayreddin berhasil memperkokoh kekuasaan maritim Kesultanan Utsmaniyah, mulai dari Laut Hitam sampai ke Pantai Atlantik di Maroko.

Suleyman Reis

Perompak yang satu ini terlahir dengan nama Ivan Dirkie de Veenboer. Dia berasal dari Hoorn, sebuah kota di Belan da. De Veen boer masuk Islam saat menjalani petualangan lautnya di Aljir, lalu mengubah namanya menjadi Suleyman. Pada 1607–1620, ia ditunjuk menjadi laksamana besar Kesultanan Utsmaniyah dan memperoleh gelar “Reis” di belakang namanya itu. Dalam tradisi masyarakat Turki Utsmaniyah, gelar tersebut memang hanya disematkan kepada kapten atau laksamana besar kesultanan.

Murat Reis

Jan Janszoon adalah seorang bajak laut asal Belanda yang masuk Islam. Setelah menjadi Muslim, ia mengganti namanya menjadi Murat Reis. Sebagian masa hidupnya dihabiskan dengan berlayar bersama Suleyman Reis. Pada 1619– 1627, ia berhasil meraih jabatan sebagai laksamana besar Republik Salé, sebuah negara kecil yang terletak di kawasan pesisir Maghribi (Maroko sekarang— Red).

Kurto lu Muslihiddin Reis

Kurto lu Muslihiddin Reis (1487– 1535) memiliki hubungan persahabatan baik de ngan Barbarossa Bersaudara. Selain menjabat laksamana Kesultanan Utsmaniyah, ia juga pernah ditunjuk menjadi gubernur Provinsi Rhodes pada 1522. Setelah penaklukan Mesir pada 1517, Kurto lu diangkat sebagai pang lima Angkatan Laut Mesir oleh Pemerintah Utsmaniyah. Dia juga merintis pembentukan Armada Laut Utsmaniyah di Samudra Hindia.(*/Tian)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

7 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

7 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

7 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

7 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

7 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

7 jam ago