(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Histori

MISTERI PALASIK KUDUANG, SANG PEMAKAN BAYI DARI TANAH MINANG

PADANG – Palasik adalah orang yang sedang mendalami ilmu hitam. Biasanya orang-orang ini juga memiliki ilmu gaib tingkat tinggi. Menurut ceritanya, ilmu palasik dipercaya bersifat turun-temurun.

Apabila orang tuanya adalah seorang palasik, maka anaknya pun akan menjadi palasik. Ilmu ini diwariskan kepada keturunannya hingga keturunan ketujuh, tetapi tidak kepada keturunan kedelapan.

Penampakan palasik ini seperti kepala tanpa badan yang melayang. Kuduang dalam bahasa Minang sendiri berarti buntung atau terpotong. Ciri khas dari palasik ini adalah mereka tidak mempunyai cekungan di antara bibir dan hidung.

Palasik sangat ditakuti ibu-ibu di Minangkabau, terlebih yang memiliki balita. Karena makanan palasik adalah anak bayi atau balita, baik yang masih dalam kandungan ataupun yang sudah mati (dikubur). Tergantung dari jenis palasik tersebut.

Ada palasik yang memakan bayi dalam kandungan, sehingga bayi tersebut lahir tanpa ubun-ubun atau ubun-ubunnya cekung hingga mati dalam kandungan.

Kemudian ada pula palasik yang memakan bayi yang masih rapuh, sehingga bayi tersebut sering sakit-sakitan yang berakhir meninggal dunia. Ada juga yang memakan mayat bayi atau balita yang baru meninggal.

Bayi atau balita yang sedang dimangsa palasik sebenarnya tak serta-merta meninggal. Sebelum mengembuskan napas terakhir mereka akan mengalami sebuah penyakit yang dinamakan penyakit ‘Ain.

Ciri-ciri dari bayi atau balita yang ada di bawah kuasa palasik adalah suhu badan yang semakin tinggi. Suhu badan tinggi tersebut membuat bayi susah tidur dan menangis terus menerus pada malam hari. Karena hal tersebut, mereka tak mau tidur dan susah untuk ditenangkan.

Ketika sudah parah, mereka akan lemas secara mendadak dan ubun-ubun atau ujung kepala terlihat cekung. Ujung-ujungnya mereka menjadi kurus kering dan bisa sampai meninggal dunia.

Konon katanya jika palasik bertemu dengan anak balita yang sedang digendong ibunya, maka mereka akan berusaha untuk menghiburnya. Hal ini dilakukan untuk menyerang balita tersebut dan mencari tumbal bayi dengan kepala melayang dan tubuhnya tetap berada di rumahnya.

Penangkal Palasik
Menurut masyarakat Minang, jika kamu melihat orang yang mencurigakan atau memiliki ciri seperti palasik, yaitu tidak mempunyai parit atau cekungan di antara hidung dan bibirnya, jangan dijauhi. Beranikanlah mendekati orang tersebut dan berbisik padanya, “Ini cucumu” atau “Ini anakmu” Dengan bisikan tersebut, dipercaya mereka tak akan memakan bayi atau balita kita.

Yang paling berbahaya dari ilmu palasik ialah ilmu ini bisa diturunkan sampai tujuh turunan. Penurunan ilmu ini dari anak, terus ke cucu dan seterusnya. Mitosnya, hal tersebut terjadi karena para penganut ilmu palasik ini terkucil dari masyarakat dan mereka terpaksa menikah di antara sesama penganut palasik. Dan jika berhasil menikah dengan orang biasa, konon anaknya tidak akan sekuat ayah atau ibunya karena sudah berdarah campuran.

Apakah ilmu hitam palasik ini nyata adanya? Sampai sekarang masih menjadi misteri bagi masyarakat Minangkabau. Namun, mitos yang telah melegenda ini tetap menjadi momok menakutkan bagi ibu hamil dan ibu muda di Minangkabau.(*/Ridz)

Redaksi

Recent Posts

PENULARAN HIV YANG PALING UMUM, LEWAT SEKS HINGGA JARUM SUNTIK

JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…

12 menit ago

SUAMI SAYANG ISTRI, 9 CIRI SUAMI YANG BUKAN HANYA MANIS DI BIBIR

JAKARTA - Ciri-ciri suami sayang istri kerap menjadi perbincangan di media sosial. Namun, kasih sayang…

24 menit ago

PENYELAMATAN PERNIKAHAN DI AMBANG PERCERAIAN, INI ADA 7 CARA

JAKARTA - Masalah dalam pernikahan merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap pasangan bisa menghadapi konflik,…

35 menit ago

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

11 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

11 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

11 jam ago