(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Histori

NABI ISA AS DAN PENCURI BERSUMPAH ATAS NAMA ALLAH

Kisah ini pendek dan sederhana, tetapi mengandung pesan yang mendalam. Ia menunjukkan keluhuran dan keteladanan para nabi dan rasul dalam mengagungkan dan menyucikan asma Allah. Tak terkecuali Nabi Isa ‘alaihissalam yang pernah membenarkan pengakuan seorang pencuri yang bersumpah atas nama Allah.

Kisah ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dalam Shahîh masing-masing dari Abu Hurairah yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bercerita:

رَأَى عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَجُلًا يَسْرِقُ، فَقَالَ لَهُ: أَسَرَقْتَ؟ قَالَ: كَلَّا وَاللَّهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ، فَقَالَ عِيسَى: آمَنْتُ بِاللَّهِ، وَكَذَّبْتُ عَيْنِي

“Pada suatu ketika, Nabi Isa melihat seorang lelaki yang mencuri. Lantas oleh Nabi Isa, si pencuri ditanya, ‘Apakah engkau mencuri?’ Pencuri itu menjawab, ‘Demi Allah, Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia, tidak!’ Nabi Isa berkata, ‘Aku beriman kepada Allah dan mendustakan kedua mataku’.”

Dikisahkan, Nabi Isa ‘alaihissalam pernah melihat seorang maling dengan mata kepalanya sendiri. Namun setelah diinterogasi oleh Nabi Isa, lelaki itu justru bersumpah dengan nama Allah bahwa dirinya tidak mencuri.

Maka Nabi Isa pun mendustakan penglihatan matanya dan membenarkan pengakuan si lelaki yang mencuri.

Kisah ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab Ahadisil Anbiya’, bab firman Allah, “Dan ceritakanlah kisah Maryam di dalam Al-Qur’an” (QS Maryam: 16).(6/478, no. 3443). Juga diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dalam Kitabul Fadhail, bab keutamaan Isa (4/1838), no. 2366. Hadis ini dalam Syarah An-Nawawi, 15/506.

Para Rasul dan Nabi adalah manusia dengan cetakan tersendiri, khususnya dalam hal ta’zim kepada Tuhan mereka dan pensucian mereka kepada-Nya.

Nabi Isa bukan orang bodoh yang tidak bisa membedakan antara orang jujur dengan pendusta, akan tetapi Allah di hati Nabi Isa adalah lebih agung dari sekadar Dia digunakan oleh seseorang untuk bersumpah secara dusta.

Pencuri ini berhasil lolos dari Nabi Isa. Akan tetapi mana mungkin dia akan lolos dari azab dan balasan Allah?

Para Rasul dan Nabi tidak diutus sebagai polisi. Allah-lah yang akan mengawasi, mengurusi, dan menghisab. Allah tidak membebani para Rasul – lebih-lebih jika mereka bukan pemimpin dan hakim – untuk menghisab dan menghukum manusia.

Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan dari kisah di atas dapat dipetik pelajaran dan tauladan yang sangat berharga, di antaranya:

1. Para nabi dan rasul tidak mengetahui perkara gaib dan tersembunyi kecuali apa yang diberitahukan Allah melalui wahyu.

2. Para dan rasul bukan manusia yang mampu membedakan mana orang yang jujur dan mana orang yang berdusta.

3. Dalam hati para nabi dan rasul tersimpan rasa haibah dan pengagungan terhadap asma Allah meskipun diucapkan oleh orang yang berbohong.

4. Diketahui pula bahwa pencuri itu terbebas dari tuduhan Nabi Isa ‘alaihissalam berkat sumpahnya atas nama Allah. Walau demikian, ia tidak akan terbebas dari pembalasan Allah yang Maha Melihat di akhirat.

5. Para nabi dan rasul tidak diutus untuk mengawasi para hamba. Hanya Allah-lah yang maha mengurus, mengawasi, dan menghitung amal perbuatan hamba-hamba-Nya.

6. Allah tidak menuntut para rasul-Nya untuk menjadi penguasa, hakim, penghitung, dan pembalas amal perbuatan manusia.

Baca juga: Maaf Rasulullah: Hidangan Susu untuk Calon Pembunuh

7. Kisah ini menjadi salah satu pijakan para ulama dalam menetapkan kaidah fiqih:

أَنَّ الْأَحْكَامَ يُعْمَلُ فِيهَا بِالظَّوَاهِرِ وَاللَّهُ يَتَوَلَّى السَّرَائِرَ

“Hukum itu diberjalankan terhadap perkara zhahirnya, sedangkan Allah yang menguasai hakikat tersembunyinya.” Di mana penetapan hukum didasarkan pada bukti-bukti fisik, bukan bukti-bukti tersembunyi dan tak kasat mata walaupun yang benar adalah yang tak kasat mata itu.(*/Tian)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

3 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

3 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

3 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

3 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

3 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

3 jam ago