(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Jalan Jalan

ORANG MENEBARKAN SALAM BALASANNYA SORGA

Saling memberikan salam sesama umat Islam begitu besar ganjarannya. Selain merupakan perilaku yang baik dan terpuji, memberikan salam mampu mempererat tali silaturahim sesama manusia.

Kalau kita melihat tindak-tanduk di alam semesta, semut berkelompok dalam menjalani kehidupannya di bumi. Mereka beriringan ke suatu tempat dalam mencari makanan dan seringkali berpapasan dengan sesamanya seakan-akan saling memberikan salam.
Alangkah indahnya kehidupan di dunia apabila sesama manusia saling menebarkan salam.

Keutamaan dan balasan dalam memberikan salam dan menyebarkannya adalah surga. Pahala inilah yang disediakan Allah bagi siapa saja yang menyebarkan salam. Ganjaran ini disampaikan Rasulullah SAW dalam suatu percakapan para sahabat dengannya. Percakapan ini dikutip dari MB Rahimsyah dalam Kisah Teladan dan Aneka Humor Sufi.

Suatu ketika dalam cerita tersebut, Rasulullah bercakap-cakap dengan para sahabatnya. Sabda Rasulullah menyatakan, di dalam surga, terbagi atas kamar-kamar.

Dindingnya tembus pandang dengan hiasan-hiasan yang sangat menakjubkan. Di kamar itu pula, terdapat suatu pemandangan dan terdapat segala hiburan yang tak pernah dilihat ataupun dirasakan di dunia.

“Untuk siapa nantinya kamar-kamar itu, wahai Rasulullah,” tanya para sahabat.

“Untuk orang yang biasa mengucapkan dan menyemarakkan salam, untuk mereka yang memberi makan kepada yang membutuhkan, dan untuk mereka yang membiasakan puasa, serta shalat di waktu malam saat manusia terlelap dalam tidurnya,” jawab Rasulullah.

Mendengar jawaban Rasulullah, para sahabat bertanya lagi, “Siapa yang bisa melakukan hal itu dan bagaimana caranya.”

Rasulullah menjelaskan dalam sabdanya kepada para sahabat, “Mereka yang bila bertemu kawannya lalu memberi salam, dengan begitu ia berarti telah menyemarakkan salam. Mereka yang memberi makan kepada ahli dan keluarganya sampai berkecukupan, dengan begitu mereka termasuk orang-orang yang membiasakan selalu puasa.

Juga mereka yang shalat Isya dan Subuh secara berjamaah, mereka termasuk orang yang shalat malam di saat orang sedang tidur lelap.”(*/El)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago