(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Kesehatan

PAKAR: VAKSIN COVID-19 MUNGKIN TAK AKAN PERNAH ADA

JENEWA – Utusan khusus untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), David Nabarro, mengatakan bahwa ekonomi global harus berpikir dan berasumsi bahwa vaksin Covid-19 tidak akan pernah ditemukan.

Ia mengingatkan, pelaku ekonomi harus mempertimbangkan beragam cara untuk merespons virus corona tipe baru yang menyebabkan Covid-19 sebagai ancaman konstan.

Nabarro mengatakan, masyarakat dunia perlu berada di posisi di mana mereka melakukan upaya untuk mempertahankan diri melawan Covid-19 sambil tetap melanjutkan kehidupan sehari-hari. Nabarro yang merupakan seorang profesor di bidang kesehatan di Imperial College London, Inggris juga merujuk ke beberapa virus yang tidak memiliki vaksin.

Laporan menunjukkan bahwa beberapa vaksin saat ini sedang dalam tahap uji coba.

Beberapa ahli masih optimistis mengingat fakta bahwa virus corona tipe baru yang menyebabkan Covid-19 tampaknya tidak bermutasi dalam kecepatan tinggi.

“Ada beberapa virus yang tidak memiliki vaksin. Kami tidak dapat membuat asumsi absolut bahwa semua vaksin bakal tersedia atau apakah akan lulus dalam uji coba kemanjuran dan keamanan,” ujar Nabarro dilansir Fox News, Selasa (5/5).

Pusat Penelitian Penyakit Menular di University of Minnesota baru-baru ini juga mengatakan bahwa Covid-19 kemungkinan akan bertahan selama dua tahun ke depan.

Negara-negara harus bersiap dengan wabah berkala.

Laporan itu mengatakan, upaya untuk mengendalikan penyakit akan sangat menantang, karena sebagian dari orang-orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala. Telah banyak laporan yang menunjukkan bahwa tanpa pengobatan dan vaksin yang terbukti, pemerintah di setiap negara harus membatasi interaksi sosial. Virus corona jenis baru dianggap sangat menular dan paling berbahaya bagi orang-orang berusia lanjut dan mereka yang telah memiliki masalah kesehatan sebelumnya.

Pejabat kesehatan di AS percaya bahwa pesanan tempat tinggal memberikan kontribusi pada tingkat infeksi yang lebih rendah dari yang diperkirakan. Anthony Fauci, Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, mengatakan pada awal bulan lalu bahwa dunia mungkin tidak akan pernah kembali dalam situasi normal seperti sebelum pandemi terjadi.

“Ketika kita kembali normal, kita akan kembali ke titik di mana kita dapat berfungsi sebagai masyarakat.

Jika Anda ingin kembali ke pra-virus corona, itu mungkin tidak akan pernah terjadi, mengingat bahwa ancamannya ada di sana,” jelas Fauci.(*/Dan)

orbit

Recent Posts

5 SAHABAT NABI KAYA RAYA DAN SUKA MENYUMBANGKAN HARGA DI JALAN ALLAH SWT

Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…

6 jam ago

PENULARAN HIV YANG PALING UMUM, LEWAT SEKS HINGGA JARUM SUNTIK

JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…

6 jam ago

SUAMI SAYANG ISTRI, 9 CIRI SUAMI YANG BUKAN HANYA MANIS DI BIBIR

JAKARTA - Ciri-ciri suami sayang istri kerap menjadi perbincangan di media sosial. Namun, kasih sayang…

6 jam ago

PENYELAMATAN PERNIKAHAN DI AMBANG PERCERAIAN, INI ADA 7 CARA

JAKARTA - Masalah dalam pernikahan merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap pasangan bisa menghadapi konflik,…

6 jam ago

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

17 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

17 jam ago