(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
JAKARTA – Pernikahan jadi impian banyak orang dewasa. Namun, kekecewaan sering muncul usai pernikahan karena perilaku pasangan yang tak sesuai harapan.
Hal itu yang memunculkan pandangan menikah bukan membuat bahagia, tapi malah stres. Namun, sebuah penelitian menyebutkan sebaliknya.
Sebuah laporan penelitian yang diterbitkan oleh University of Chicago, menemukan bahwa memiliki hubungan cinta jangka panjang bisa mengubah hormon dalam kaitannya mencegah stres.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar testosteron pria menikah atau menjalani hubungan cinta jangka panjang mengalami penurunan sehingga membuat mereka tak terlalu keras dibandingkan pria yang tak menikah.
Secara umum kadar kortisol (hormon stres) juga menurun karena adanya rasa sayang atau cinta yang diberikan pasangan. Hal inilah yang tidak didapatkan pria single.
Tak menutup kemungkinan, pria playboy yang merasa ia bisa mendapat cinta dari banyak wanita sehingga memutuskan tak menikah, tak memiliki pengaruh sebesar dan sekuat jika cinta itu tulus dan tumbuh dari dalam hati.
Pernikahan bisa membuat seseorang mengalami stres, tapi di balik itu ada sesuatu yang sedang diperjuangkan. Perjuangan yang landasi oleh cinta bisa dengan mudah menghapuskan stres. (*/Fet)
CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…
CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…
CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…
CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…
JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…
JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…