(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Santap Ria

PENYEBAB MENJADI TAK TAHAN MAKANAN PEDAS KETIKA BERTAMBAH USIA

JAKARTA – Makanan pedas merupakan salah satu kegemaran bagi banyak orang Asia tak terkecuali orang Indonesia. Baik dalam bentuk sambal atau dalam berbagai makan lain, rasa pedas merupakan salah satu hal yang menjadi favorit bagi banyak orang.

Namun seiring bertambahnya usia, pernahkah kamu sadari bahwa semakin tua kita semakin tidak tahan dengan makanan pedas? Hal ini bukan hanya terjadi pada lidah namun juga pada perut yang tidak tahan ketika mengonsumsi makanan pedas.

Secara umum, ketika mengonsumsi makanan pedas, rasa ini tidak hanya dirasakan bibir, lidah, dan mulut saja. Bagian perut juga memiliki sejumlah reseptor yang bisa mengenali capsaicin, bahan kimia pada cabe, paprika, merica, serta sejumlah makanan dengan rasa pedas lainnya.

Dilansir dari Channel News Asia, Dr Andrew Ong, dari departemen gastroentrologi dan hepatologi Singapore General Hospital mengatakan bahwa adanya reseptor ini menjadi penyebab munculnya efek di perut setelah konsumsi makanan pedas. Hal ini bisa berupa sakit perut, diare, serta rasa panas di perut.

Keberadaan reseptor pedas ini juga tidak hanya sebatas di perut saja. Hal ini bahkan ada di anus kita sehingga memunculkan rasa panas terbakar yang kadang muncul pada saat kita buang air besar.

Reseptor pendeteksi capsaicin juga ditemui pada usus kecil serta usus besar dan bisa memunculkan rasa panas ini. Sebagai mekanisme perlindungan, bagian ini bakal bekerja untuk mengeluarkan makanan ini secara cepat.

Karena pergerakan makanan yang sangat cepat, akhirnya tubuh tak bisa menyerap cukup cairan dari sisa makanan. Hal ini yang kadang menyebabkan diare setelah mengonsumsi makanan pedas.

Mengapa Hal Ini Terjadi ketika Usia Bertambah?
Salah satu penyebab dari hal ini adalah karena pada usia paruh baya, banyak orang mulai menjalani perawatan untuk penyakit kronis seperti kolesterol atau tekanan darah tinggi.

“Sejumlah efek samping dari pengobatan ini bisa mengiritasi saluran pencernaan sehingga pasien lebih sensitif pada makanan pedas,” jelas dr. Ong.

Kedua, jika kamu termasuk Sandwich Generation yang harus menyokong kehidupan anak serta orangtua, kamu juga cenderung lebih sering mengalami stres. Hal ini bisa membuat perutmu lebih rentan mengalami masalah ketika mengonsumsi makanan pedas.

“Penelitian menunjukkan bahwa stres menurunkan daya tahan terhadap rasa sakit pada saluran pencernaan. Hal ini membuat pasien yang berada dalam kondisi stres cenderung mengalami masalah ini,” terang dr. Ong.

Selain dua hal tersebut, terdapat satu lagi penyebab terjadinya masalah ini. Hal ini adalah karena perubahan pola makan yang terjadi.

“Karena orang Asia telah mengubah pola makan mereka termasuk menjadi lebih kebarat-baratan, kita semakin jarang mengonsumsi makanan pedas sehingga menurunkan toleransi kita dalam mengonsumsinya,” jelas dr. Ong.

Cara Mengatasinya
Cara penanganan terbaik adalah dengan mengonsumsi lebih sedikit makanan pedas terutama jika kamu mengalami masalah ini secara parah. Jika daya tahan yang kamu miliki terhadap makanan pedas lemah, sebaiknya beri waktu untuk membiasakannya kembali.

“Kamu mungkin dapat membiasakan dirimu dengan mengonsumsi makanan pedas secara rutin,” saran dr. Ong.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi antasida untuk menenangkan lambung. Sebaiknya konsumsi obat ini sebelum mengonsumsi makanan pedas dan bukan setelahnya. (*/Tya)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

5 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

5 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

5 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

5 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

5 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

5 jam ago