(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
JAKARTA – Istilah healing (penyembuhan) membutuhkan upaya terus-menerus yang simultan. Sering kali healing menjadi proses yang berkelanjutan.
Perjalanan penyembuhannya ini bisa lambat, efektif, dan membutuhkan banyak kesadaran, pengertian, kepercayaan serta kesabaran. Penyembuhan membutuhkan menghadapi dan memproses emosi atau pengalaman yang sulit, dengan tujuan mencapai rasa penutupan, pemahaman, dan pertumbuhan pribadi.
“Penyembuhan adalah proses mengatasi dan menyelesaikan luka emosional, mental, atau fisik. Ini melibatkan upaya aktif melalui masalah, mendapatkan wawasan, dan menerapkan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan,” tulis Terapis Israa Nasir.
Sering kali, orang berpikir bahwa menghindari penyebab trauma yang sebenarnya dapat membuat sembuh seiring berjalannya waktu. Tapi rupanya itu keliru.
Ketika orang mencoba menghindari alasannya, yang dilakukan justru menekan emosi. Hal ini menciptakan ruang yang tidak sehat dalam tubuh dan pikiran, di mana emosi mulai menumpuk, dan suatu hari, semuanya bisa meledak keluar.
Nasir menjelaskan healing memerlukan rangkaian memproses emosi atau pengalaman yang sulit, dengan tujuan mencapai rasa cukup, pemahaman, dan pertumbuhan pribadi. Healing adalah proses mengatasi dan menyelesaikan luka emosional, mental, atau fisik.
Hal ini melibatkan upaya aktif mengatasi permasalahan, memperoleh wawasan, dan menerapkan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
Sementara penghindaran (avoidance), di sisi lain, melibatkan penghindaran emosi, situasi, atau pengalaman tertentu dengan sengaja. Ini bisa menjadi mekanisme pertahanan untuk melindungi diri dari rasa sakit atau ketidaknyamanan.
Meskipun penghindaran mungkin memberikan bantuan sementara, hal ini tidak mengatasi masalah mendasarnya, dan dalam jangka panjang, dapat menghambat pertumbuhan serta penyembuhan pribadi.
Healing ditandai dengan menghadapi dan mengatasi tantangan untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan, sedangkan penghindaran berarti menjauhi tantangan tersebut dalam upaya menghindari ketidaknyamanan atau rasa sakit.
Pendekatan seimbang yang menggabungkan tantangan yang dihadapi dengan perawatan diri dan dukungan adalah cara yang lebih tepat. “Saya memahami ada situasi tertentu di mana penghindaran adalah bagian dari proses penyembuhan tapi ingat, penghindaran saja tidak berarti penyembuhan,” lanjut dia.
Perilaku menghindari ini sering disalahartikan sebagai healing. Berikut beberapa ciri-ciri penghindaran bukan healing, seperti dilansir dari Hindustan Times, (17/11/2023).(*/Li)
Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…
JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…
JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…
DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…
JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…
JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…