(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Warna Warni

PERLU DIHINDARI, KEBIASAAN SEHARI- HARI BIKIN LELAH KEESOKAN HARINYA

JAKARTA – Jika Anda mendapati diri menguap di meja kerja pada tengah hari atau menekan tombol tunda alarm lebih sering, mungkin bertanya-tanya apa yang terjadi? Selain itu, adakah cara untuk meningkatkan energi?

Menurut dokter, menjadi orang yang lebih energik mungkin tidak terlalu berkaitan dengan apa yang Anda minum atau makan. Ini lebih berkaitan dengan kebiasaan tertentu yang perlu ditinggalkan. Dilansir Huffpost, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang berdampak pada kelelahan esok hari.

Seorang dokter dari BetterNowMD, dr Mary Valvano, mengatakan mengonsumsi makanan besar pada penghujung hari sangat tidak dianjurkan. “Pepatah ‘sarapan seperti raja, makan siang seperti pangeran, dan makan malam seperti orang miskin’ sebenarnya didasarkan pada biologi,” ujar dia.

Sel-sel dalam tubuh memetabolisme makanan secara berbeda berdasarkan waktu. Menyantap makanan yang sama pada jam 8 pagi versus jam 6 sore, dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakannya sebagai energi.

Makan larut malam, terutama saat tengah malam, dapat mengganggu kadar gula darah dan kemampuan tubuh untuk mendapatkan energi optimal dari makanan keesokan harinya. Dengan makan lebih banyak pada awal hari dibandingkan akhir hari, Anda mungkin memiliki lebih banyak energi sepanjang hari.

Salah satu alasan mengapa makan besar pada malam hari sangat mengganggu tingkat energi adalah karena hal itu mengganggu tidur. Menurut Valvano, makan besar di tengah malam mengacaukan ritme sirkadian alami tubuh. Hal itu membuat lebih sulit mendapatkan istirahat yang berkualitas.

“Kurang tidur dan tidak tidur nyenyak, pasti akan menguras energi,” kata dr Ruvini Wijetilaka, seorang dokter penyakit dalam bersertifikat di Parsley Health.

Jadi, sekarang Anda tahu untuk menghindari makan besar pada penghujung hari dan memastikan untuk cukup tidur. Tapi kebiasaan apa lagi yang bisa menguras tingkat energi?

Jika Anda seorang konsumen minuman energi, minuman ini mungkin menghabiskan energi. Studi juga menunjukkan, minuman energi dapat membahayakan kesehatan jantung dan otak, menyebabkan peradangan, meningkatkan tekanan darah, dan banyak lagi.

Tapi minuman berkafein lainnya dapat membantu meningkatkan tingkat energi. “Mengonsumsi kafein dari sumber seperti teh, terutama teh hijau atau teh fermentasi, dapat membantu meningkatkan tingkat energi dengan mendukung mitokondria, yang bertanggung jawab memproduksi energi dalam sel kita,” kata Valvano.

Jika menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan mengonsumsi makanan tinggi gula serta makanan olahan, hal ini pasti dapat berkontribusi pada tingkat energi yang buruk. “Olahraga teratur dapat membantu meningkatkan tingkat energi dengan meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak dan otot,” kata dr Danielle Kelvas, seorang dokter yang berbasis di Chattanooga, Tennessee.

Usahakan setidaknya 30 menit olahraga intensitas sedang setiap hari seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang. Pola makan kaya makanan utuh dan tidak diolah dapat membantu menyediakan energi berkelanjutan sepanjang hari.

“Fokuslah mengonsumsi beragam buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Hindari mengonsumsi terlalu banyak gula dan makanan olahan, karena dapat menyebabkan penurunan energi,” ucap Kelvas.

Terakhir, stres kronis adalah penyebab utama berkurangnya tingkat energi, karena kelelahan merupakan efek samping dari stres dan kelelahan emosional. “Latih teknik manajemen stres seperti meditasi, pernapasan dalam, atau yoga untuk membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan energi,” kata Kelvas.

Sedikit kelelahan mungkin tidak perlu dikhawatirkan dan dapat diatasi dengan beberapa perubahan sederhana. Namun jika kelelahan berlangsung lebih dari satu atau dua pekan, Anda mungkin harus menemui dokter. Hal ini terutama berlaku jika Anda mengalami gejala lain seperti demam, kehilangan nafsu makan, atau sesak napas.

“Tingkat energi yang rendah dapat dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan, seperti infeksi, hipotiroidisme, hipertiroidisme, dan gangguan tidur,” ucap Kelvas.

Faktor gaya hidup seperti kurangnya aktivitas fisik, gizi buruk, dan stres juga dapat berkontribusi pada rendahnya tingkat energi. Jika Anda terus-menerus mengalami tingkat energi rendah, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.(*/Tas)

orbit

Recent Posts

5 SAHABAT NABI KAYA RAYA DAN SUKA MENYUMBANGKAN HARGA DI JALAN ALLAH SWT

Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…

15 jam ago

PENULARAN HIV YANG PALING UMUM, LEWAT SEKS HINGGA JARUM SUNTIK

JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…

15 jam ago

SUAMI SAYANG ISTRI, 9 CIRI SUAMI YANG BUKAN HANYA MANIS DI BIBIR

JAKARTA - Ciri-ciri suami sayang istri kerap menjadi perbincangan di media sosial. Namun, kasih sayang…

15 jam ago

PENYELAMATAN PERNIKAHAN DI AMBANG PERCERAIAN, INI ADA 7 CARA

JAKARTA - Masalah dalam pernikahan merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap pasangan bisa menghadapi konflik,…

16 jam ago

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

1 hari ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

1 hari ago