(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Advetorial

PIPA PECAH, AIR PDAM KERUH DAN BAU KAPORIT ADA AHLINYA UNTUK ATASI MASALAH

 

SURABAYA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya, Jawa Timur langsung bergerak ketika ada keluhan air keruh dari pelanggan. Tim PDAM akan mencari tahu penyebab air menjadi keruh.

Menurut Manajer Pemasaran dan Pelayanan Kepelangganan PDAM Surabaya, Erwin Prasetyo biasanya penyebab air keruh karena ada sambungan pipa yang pecah.

“Air keruh yang terjadi karena ada sambungan pipa yang pecah. Jadi, air tercampur tanah dan bahan material lainnya. Permasalahan bisa diselesaikan dengan menembak atau flushing sehingga air yang mengalir ke warga jadi bersih. Pipa yang pecah juga diperbaiki,” jelas Erwin saat diKantor PDAM Surabaya beberapa waktu lalu.

Ada juga persoalan air PDAM yang berbau kaporit. Penggunaan gas klorin atau kaporit dalam industri dan pengolahan air bersih hal yang umum dilakukan. Gas klorin, salah satu zat kimia yang larut dalam air berfungsi membunuh kuman atau bakteri berbahaya dalam air.

Kadar dan komposisi gas klorin juga disesuaikan dengan ambang batas aman. Dari jurnal berjudul Efektivitas Pembubuhan Kaporit Dalam Menurunkan Kadar Zat Besi (Fe) Pada Air Sumur Gali Tahun 2013, yang diterbitkan di Jurnal Kesehatan 2014, tujuan klorinasi (pemberian kaporit/klorin) adalah sebagai upaya sanitasi air yang dapat membunuh bakteri dan mikroorganisme lain yang mencemari air.

Klorinasi dilakukan dengan cara memasukkan klorin sebanyak 3-5 ppm ke dalam air. Pada umumnya klorin dijual di pasaran dalam bentuk kaporit atau calcium hypo-chlorite.

Jurnal yang ditulis Faradillah Azzahrah dan Andi Susilawaty dari Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar memaparkan kadar kaporit yang aman pada air.

Jika kaporitnya murni, maka kadar yang tepat dalam air minum dibutuhkan 6-10 gram kaporit tiap 1.000 liter air. Jika kaporit yang dimiliki hanya berkonsentrasi 50 persen, dosis kaporit yang digunakan menjadi dua kali lipat, yaitu 12-20 gram tiap 1.000 liter air.

Fungsi pembubuhan kaporit untuk mengoksidasi zat besi yang ada dalam air serta membunuh kuman atau bakteri E.coli, yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

“Sebetulnya kalau air PDAM bau obat (seperti kaporit) justru bagus dan enggak masalah. Yang jadi catatan, ambang bau itu kan ada kategorinya. Seberapa besar baunya dapat ditolerir,” Erwin melanjutkan.

Demi menjaga kualitas air PDAM, termasuk permasalahan bau kaporit dan lainnya, ada tim PDAM yang merupakan ahli mikrobiologi. Mereka bertugas mengecek air setiap jam.

“Airnya disampling dan dicek, apakah masuk parameter aman atau enggak. Kalau enggak masuk parameter aman, maka (sambungan pipa air yang mengaliri daerah tertentu) akan langsung ditutup. Kemudian air yang bermasalah itu dilaporkan kepada PDAM bagian sistem distribusi,” ujar Erwin.
Upaya flushing bisa dilakukan agar air layak sesuai parameter aman.(*/He)

Redaksi

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago