(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Asal Usul

SAHABAT YANG PALING SERING DITUGASKAN CATAT WAHYU ALQURAN

Penulisan wahyu yang turun kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril telah dilakukan banyak Sahabat.

Jumlah sahabat Rasulullah SAW yang menuliskan wahyu tersebut berjumlah 43 orang, menurut Ghanim Al-Quduri dalam kitab Rasmul Mushaf Lughawiyah Tarikhiyah.

“Rasulullah SAW sendiri adalah seorang yang tidak menulis dan tidak membaca, sebagaimana Allah SWT tegaskan di dalam Alquran,” jelas Ustaz Ahmad Sarwat dalam bukunya berjudul “Sejarah Alquran” yang diterbitkan Rumah Fiqih Publishing. Hal itu sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Ankabut ayat 48:

وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ

“Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Alquran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).”

Ustadz Ahmad Sarwat memaparkan, setelah Malaikat Jibril menurunkan wahyu, Rasulullah SAW memanggil para sahabat untuk menuliskannya. Para Sahabat yang diperintahkan untuk menulis wahyu cukup banyak jumlahnya, yakni 43 orang.

“Yang paling terkenal adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit, Ubay bin Ka’ab, Abdullah bin Saad, Hanzhalah ibnu Ar-Rabi’ dan lainnya,” paparnya. Dari nama-nama itu, Sahabat yang paling produktif menuliskan wahyu adalah Zaid bin Tsabit.

Zaid pun sempat mengatakan, “Aku seorang penulis wahyu Rasulullah. Caranya dengan Beliau SAW membacakannya kepadaku. Bila sudah selesai, Beliau pun memerintahkan aku untuk membaca ulang. Maka Aku membaca ulang, bila ada yang terlewat, Beliau membenarkannya.”

Dijelaskan lebih lanjut oleh Ustaz Ahmad, bahwa memang Rasulullah SAW selalu memanggil Zaid untuk bersiap kapan pun wahyu turun. “Panggilkan Zaid dan suruh bawa batu, pelepah dan tulang,” kata Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW juga meminta kepada lebih dari 40 penulis wahyu itu untuk fokus menulis wahyu dan melarang mereka menulis hal yang lain. Ini mencerminkan Rasulullah menaruh perhatian penuh pada penulisan wahyu. Rasulullah mengatakan, “Jangan kalian menulis tentang Aku. Siapa yang terlanjur menulis tentang Aku, hapuslah.”

“Larangan ini karena beliau SAW khawatir akan tercampur-campurnya antara teks asli Alquran dengan penjelasannya. Padahal penjelasannya itu bukan bagian dari Alquran,” jelas Ustadz Ahmad.(*/Fir)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago