(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Jalan Jalan

SIKAP RASULULLAH TATKALA AISYAH CEMBURU

Romantisme dalam rumah tangga Rasulullah SAW salah satunya terbentuk karena sikap bijaksana dan dewasa Rasulullah dalam menghadapi istri-istrinya, termasuk tatkala istrinya tengah marah. Rasulullah SAW memperlihatkan kesabarannya seperti ketika istrinya, Aisyah, marah.

Apabila Aisyah marah, Nabi Muhammad SAW tidak lantas memarahinya. Beliau justru memanja sembari memegang hidung Aisyah.

Seperti dinukilkan dalam buku berjudul Santuni Isterimu Sehebat Rasulullah karya Zawiyah Maamur, sikap Rasulullah SAW ini seperti diceritakan dalam hadits oleh Ibnu Sunni.
Rasulullah SAW memegang hidung Aisyah sambil bersabda, “Wahai ‘Uwaisy (panggilan kecil Aisyah), katakanlah, ‘Ya Allah, Rabb Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan di hatiku dan selamatkanlah aku dari fitnah yang menyesatkan.” Hadits ini diriwayatkan al-Daylami dalam al-Firdaws dari Aisyah, dan digolongkan dhaif oleh al-Albani.

Dengan demikian, dari hadits itu digambarkan akan sosok Rasulullah SAW yang mengalah dan lembut menghadapi istrinya, termasuk saat istrinya marah. Hal itu bertujuan menyejukkan hati dan membuatnya merasa tenang. Dengan demikian, hati istri pun menjadi cair karena sikap suami yang bersedia menyantuninya dalam keadaan tenang walaupun istri masih merasa marah.

Rasulullah SAW juga beberapa kali menghadapi rasa cemburu istrinya. Aisyah disebutkan kerap merasa cemburu karena ia merupakan istri Nabi SAW yang paling muda, yang secara psikologis memungkinkan untuk itu. Namun demikian, Rasulullah SAW dengan sabar menghadapi Aisyah yang ketika itu terbakar api cemburu.

Aisyah pernah menceritakan dirinya pernah dibakar api cemburu kepada Shafiyah binti Huyai. Suatu hari saat ia keluar bersama Rasulullah SAW, beberapa istri beliau ikut serta.

Kala itu, barang bawaan Aisyah ringan dan ia menunggangi unta yang kuat. Sementara itu, barang bawaan Shafiyah berat dan ia menunggangi unta yang lemah dan lamban sehingga mereka terpaksa berjalan pelan.

Rasulullah SAW kemudian meminta memindahkan barang-barang Aisyah ke unta Shafiyah dan memindahkan barang-barang Shafiyah ke unta Aisyah agar bisa meneruskan perjalanan. Namun, saat itu Aisyah merasa emosi karena cemburu kepada Shafiyah.

“Wahai hamba Allah, bagaimana bisa Rasulullah mengesampingkan kita dan mendahulukan Yahudi ini.” Rasulullah SAW menjawab, “Wahai Ummu Abdillah, barang bawaanmu ringan, sementara barang bawaan Shafiyah berat maka kami pindahkan barang-barangnya ke untamu dan barang-barangmu ke untanya.”

Aisyah berkata, “Bukanlah engkau Rasulullah? Namun, mengapa engkau tidak adil?”

Saat ayahnya, Abu Bakar, mendengar perkataannya dan kesal, ia mendatanginya dan hendak menamparnya. Namun, Rasulullah melindunginya. “Sabar, Abu Bakar,” kata Rasulullah.

Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau dengar apa yang dikatakannya?” Rasulullah SAW menjawab, “Wanita yang sedang cemburu itu tidak bisa melihat bawah lembah dari atasnya.” (HR Ibnu Hibban).(*/Fet)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

8 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

8 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

8 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

8 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

9 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

9 jam ago