(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Kesehatan

SUKA NGEVAPE, PUNYA BANYAK EFEK NEGATIF PADA KULIT

JAKARTA – Meskipun vape sering dianggap sebagai alternatif yang lebih aman daripada rokok konvensional, tetapi nyatanya kebiasaan ini memiliki dampak yang merugikan pada kulit. Para ahli kulit memperingatkan bahwa vaping dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari kehilangan kelembapan hingga kerusakan kulit yang serius.

Dilansir The Sun pada Minggu (10/3/2024), berikut adalah empat kondisi mengerikan yang diderita kulit akibat kebiasaan ngevape:

1. Menguras lelembapan kulit dan memperparah kerutan

Meskipun tidak mengandung tembakau, cairan vape masih mengandung nikotin yang dapat mengakibatkan dehidrasi kulit. Nikotin merusak kolagen dan elastin dalam dermis, sehingga menyebabkan kerutan dan garis halus yang muncul lebih cepat.

“Vaping adalah cara tercepat untuk menghilangkan kelembapan kulit , membuka jalan menuju dehidrasi,” kata seorang praktisi estetika di London Lip Clinic, Rupesh Shah.

2. Menyebabkan kemerahan

Vaping memicu proses vasokonstriksi, di mana pembuluh darah di wajah menyempit dan menghambat aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan kemerahan pada wajah. Kondisi ini sulit untuk dikendalikan, dan dapat membuat kulit terlihat tidak sehat.

“Selain mengurangi jumlah darah yang dapat mencapai permukaan kulit, vaping juga membatasi nutrisi penting sehingga menyebabkan warna kulit tampak kuning,” ujar Rupesh.

3. Menghambat penyembuhan kulit

Vaping dapat menghambat proses penyembuhan kulit, sehingga menyebabkan luka atau goresan sulit sembuh. Aliran oksigen yang terbatas karea vaping dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi.

“Selain mengurangi oksigen pada luka, vaping menyebabkan trombosit darah saling menempel, menyebabkannya menebal, sehingga sulit bergerak melalui pembuluh darah kecil di tubuh,” kata Rupesh.

4. Memperburuk kondisi kulit

Jika Anda memiliki penyakit kulit seperti eksim atau psoriasis, kebiasaan vaping dapat memperburuk kondisi tersebut. Cairan dalam vape mengandung zat sintetis dan aditif yang dapat memicu peradangan pada kulit, sehingga meningkatkan risiko kambuhnya penyakit kulit.

“Keparahan kondisi kulit bisa meningkat dengan cepat seiring kulit berjuang untuk menyembuhkan dirinya sendiri,” ujar Rupesh.

Para ahli menyarankan untuk menghentikan kebiasaan ngevape dan minum banyak air untuk menjaga kelembapan kulit. Selain itu, menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung asam hialuronat dapat membantu memperbaiki kerusakan kulit akibat vaping.

Di sisi regulasi, pemerintah di Inggris berencana untuk memberlakukan aturan yang lebih ketat terhadap produk vape, termasuk peningkatan tarif pajak dan larangan terhadap produk yang menarik bagi anak-anak. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan vape di kalangan remaja, sehingga melindungi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.(*/Li)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago