(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Warna Warni

SUPERPREADER, SANG PENYEBAR COVID -19

JAKARTA – Virus corona penyebab Covid-19 menyebar cepat di dunia. Para ahli epidemologi menyebut para penyebar virus sebagai superspreader.

Di Wuhan, Cina, ada seorang pasien yang mampu menyebarkan Covid-19 kepada 14 petugas kesehatan. Kemudian di Chicago, Amerika Serikat (AS), ada seorang penderita dinilai bertanggung jawab atas 15 infeksi orang sekitarnya.

Para penyebar itulah yang masuk kategori superspreader. Hal ini diungkap Elizabeth McGraw, Direktur Pusat Penyakit Menular Dinamis di Pennsylvania State University, kepada the Conversation, Jumat (5/6).

“Keberadaan mereka mempercepat tingkat infeksi baru atau berperan memperluas penyebaran penyakit secara geografis,” kata McGraw.

Menurutnya, ada orang-orang tertentu yang berpotensi menyebarkan lebih luas. Mereka adalah orang dengan sistem kebebalan tubuh yang lebih rendah.

McGraw mengingatkan, hampir 50 persen penderita Covid-19 tidak menunjukkan gejala. Akibatnya, mereka melanjutkan aktivitas normal seperti biasa dan tanpa sengaja menularkan infeksi kepada orang lain.

“Bahkan pada orang yang menunjukkan gejala pun bisa menularkan saat gejala itu belum muncul,” kata McGraw.

Seseorang menjadi superspreader antara lain dipengaruhi kebiasaan penderita, pola aktivitas perjalanannya, serta seberapa banyak kontaknya dengan orang lain. “Seorang penjaga toko yang terinfeksi, bisa saja melakukan kontak dengan banyak orang dan banyak barang,” katanya.

Lantas, seberapa besar peran penderita Covid-19 yang menjadi superspreader? McGraw menyebut sejumlah penelitian tahap awal, yang belum sempat dibahas di forum ilmiah.

“Para peneliti memperkirakan hanya 20 persen orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 (virus corona, Red) bertanggung jawab atas 80 persen penularan di sekitarnya,” katanya. “Ini menekankan pentingnya untuk segera mengisolasi orang yang positif atau menunjukkan gejala.”(*/Di)

orbit

Recent Posts

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

4 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

4 jam ago

SEJUMLAH RESTORAN LARANG BERMAIN PONSEL, IMBALAN MAKANAN GRATIS

JAKARTA - Aturan makan tanpa sibuk main ponsel mulai diterapkan sejumlah restoran. Ada yang mengunci…

4 jam ago

TRAGIS, 500 RENTAL MOTOR DIKUASAI WNA, HANYA 5 BERIZIN SISA BODONG

DENPASAR - Penyewaan motor menjamur di Bali, tetapi banyak yang izinnya bodong. Pemprov Bali mencatat…

4 jam ago

KATARAK BISA MENYERANG YANG MUDA, INI FAKTOR RESIKONYA

JAKARTA - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak…

5 jam ago

JEJAK SEJARAH BATIK, KAIN BATIK SUDAH ADA DARI ZAMAN KERAJAAN

JAKARTA - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut berkaitan dengan…

5 jam ago