(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Asal Usul

SURAU LUBUK BAUK, ANTARA CINTA DAN LAHIRNYA ULAMA BESAR HAMKA

Masjid Lubuk Bauk atau oleh masyarakat disebut Surau Lubuk Bauk terletak di daerah Nagari Lubuk Bauk, Batipuh Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).

Surau ini pertama kali dibangun pada tahun 1896, dan rampung pada tahun 1901.

Walaupun letaknya di pinggir Jalan Raya Kota Padang Panjang menuru Danau Singkarak, Kota Solok, namun pada kenyataannya hanya sedikit saja orang yang mengetahui sejarah yang tersimpan di balik surau tersebut.

Bangunan dengan luas 154 meter persegi dan tinggi 13 meter ini, terdiri dari 3 lantai dengan fungsi masing-masing. Satu lantai surau memiliki fungsi sebagai kubah atau menara, letaknya di atas atap gonjong yang berbentuk segi delapan.

Mneurut cerita, surau dibangun oleh para ninik mamak yang berasal dari suku Jambak, Jurai Nan Ampek Suku. Tanah surau berasal dari wakaf Datuk Bandaro Panjang.

Bangunan surau memiliki atap bersusun tiga yang terbuat dari seng. Atap pertama dan kedua berbentuk limasan, sedangkan atap ketiga yang juga berfungsi sebagai menara memiliki bentuk gonjang. Dari keempat sisinya, dari puncak atasnya terdapat hiasan berbentuk catra seperti pada bagian puncak stupa.

Susunan atap dengan bangunan menara tersebut, melambangkan falsafah hidup masyarakat Minangkabau. Dinding-dindingnya polos tanpa hiasan ukiran, atapnya bersusun empat tanpa kubah, atap susun ketiga merupakan atap gonjong menghadap ke rah mata angin.

Bagian dinding yang berbentuk segitiga dengan penutup gonjong dikeempat sisinya, terdapat hiasan berupa motif hiasan dari Minangkabau, Belanda, dan China.

Surau ini dulu merupakan tempat ulama besar Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) menimba ilmu Alquran. Bahkan, di surau ini pula Buya Hamka terinspirasi menulis novel berjudul Tenggelamnya Kapal Van der Wicjk yang terkenal itu.

Menurut Amni Destari, Juru Pelihara Surau Lubuk Bauk, novel tersebut sebenarnya tentang kisah hidup Buya Hamka saat menuntut ilmu di sana.

“Kala itu, Buya Hamka sempat dengan dengan seorang gadis. Namun nasib berkata lain, sang gadis menikah dengan seorang datuk di Lubuk Bauk,” tutur Amni Destari, beberapa waktu lalu.

Novel karya Buya Hamka yang fenomenal itu, kata Amni Destari, saat diangkat ke layar lebar (bioskop), lokasi syuting atau pengambilan gambar juga dilakukan di Surau Lubuk Bauk.

Dalam perkembangannya, Surau Lubuk Bauk termasuk salah satu benda peninggalan sejarah yang telah dilakukan kajiannya pada tahun 1984 oleh proyek pemugaran dan pemeliharaan peninggalan sejarah dan purbakala Sumbar. Bahkan, sudah dilaksanakan pemugaran Surau Lubuk Bauk pada tahun anggaran 1992/1993.

Surau ini ditetapkan sebagai cagar budaya di bawah pengaasan Balai Pelestarian Purbakala Batusangkar, Sumbar, dan menjadi salah satu daya tarik wisata terkenal di Tanah Datar.(*/Dan)

orbit

Recent Posts

5 SAHABAT NABI KAYA RAYA DAN SUKA MENYUMBANGKAN HARGA DI JALAN ALLAH SWT

Kekayaan dalam pandangan Islam merupakan bentuk rahmat serta amanah yang dapat dijadikan sarana memperbanyak amal…

6 jam ago

PENULARAN HIV YANG PALING UMUM, LEWAT SEKS HINGGA JARUM SUNTIK

JAKARTA - HIV masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan yang keliru, terutama soal bagaimana virus…

7 jam ago

SUAMI SAYANG ISTRI, 9 CIRI SUAMI YANG BUKAN HANYA MANIS DI BIBIR

JAKARTA - Ciri-ciri suami sayang istri kerap menjadi perbincangan di media sosial. Namun, kasih sayang…

7 jam ago

PENYELAMATAN PERNIKAHAN DI AMBANG PERCERAIAN, INI ADA 7 CARA

JAKARTA - Masalah dalam pernikahan merupakan hal yang sulit dihindari. Setiap pasangan bisa menghadapi konflik,…

7 jam ago

PULAU SUMATRA TITIK GERBANG AWAL JEJAK ISLAM DI NUSANTARA

Sumatera memegang peranan penting sebagai pintu gerbang utama masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Kendati…

18 jam ago

KAMAR MANDI HOTEL SELALU TAK ADA KAYUNG, KENAPA?

JAKARTA - Pernahkah traveler memperhatikan, di dalam kamar mandi hotel biasanya tidak ada gayung. Kenapa…

18 jam ago