(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-4827125999327211", enable_page_level_ads: true });
Categories: Kesehatan

TAK USAH KHAWATIR, MASKER TIDAK MENGURANGI JUMLAH OKSIGEN

JAKARTA – Menggunakan masker menjadi salah satu yang harus dilakukan dalam protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Namun, banyak orang yang merasa menggunakan masker justru malah mengurangi kadar oksigen sehingga tak lagi memakai masker.
Lalu, apakah benar masker mengurangi kadar oksigen seseorang? Dilansir di laman CBC News, Ahad (19/7), para ahli mengatakan tidak ada kebenaran untuk klaim itu.

“Saya belum melihat bukti medis atau ilmiah yang menunjukkan bahwa memakai masker akan menghabiskan oksigen tubuh Anda,” kata Direktur Medis Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di University Health Network di Toronto, dr Susy Hota.

Masker juga dinilai tidak akan membiarkan gas berbahaya, seperti karbon dioksida, menumpuk di dalam. Saat merasa panas atau menjadi lebih sadar akan pernapasan pada saat mengenakan masker, Hota mengatakan itu tak membahayakan.

Seorang dokter keluarga di Burlington, Ontario, dr Jennifer Kwan sepakat dengan Hota. Oksigen dan karbon dioksida dapat menembus masker, tetapi masker menangkap droplet yang mengandung virus. Hal itu dapat membantu mengurangi penularan.

“Sebagai seorang profesional medis, kami mengenakan masker dalam praktik sehari-hari dan itu tidak menyebabkan dokter atau perawat atau ahli bedah dalam kondisi membahayakan,” kata dia.

Risiko sebenarnya, kata Kwan, adalah ketika mengenakan masker secara tidak benar. Misalnya seperti berbagi masker yang sama kepada orang lain, menggunakan kembali masker sekali pakai, atau tidak membersihkan masker kain dengan benar.

Dia menyebut cara memakai masker yang benar antara lain cuci atau bersihkan tangan terlebih dahulu sebelum memakai dan melepasnya. Pegang hanya di bagian pengait untuk telinga. Jangan menyentuh bagian depan. Penting pula untuk menjaga agar wajah tertutup dari atas lubang hidung ke bawah dagu.

Jenis masker beragam. Masyarakat mungkin menemui orang-orang di jalan dengan masker yang memiliki katup atau ventilasi yang dirancang agar membuat pernapasan lebih mudah. Para ahli mengatakan masker dengan jenis ini tak aman digunakan. Masker berventilasi mungkin terlihat berteknologi tinggi dan lebih nyaman dipakai, tetapi Health Canada mengatakan masker tersebut memungkinkan droplet tersebar.

Chakrabarti dan Kwan merekomendasikan masker bedah atau masker kain. Sebaiknya hindari penggunaan masker berventilasi dan berkatup.

Hal yang perlu diingat yaitu meski telah menggunakan masker, bukan berarti Anda boleh mengabaikan jarak fisik dan kebersihan tangan yang baik. Jaga jarak dan sering mencuci tangan juga menjadi anjuran yang perlu diterapkan. Ketiga hal itu menjadi upaya pencegahan penularan Covid-19.(*/El)

orbit

Recent Posts

SEMARAK HJB KE-544 DAN MINANGKALA TOHAGA KE-19, BADMINTON CUP 2026 RESMI DITUTUP: SATUKAN PEGAWAI DAN PEDAGANG DALAM SEMANGAT SPORTIVITAS

CIBINONG – Turnamen Badminton Tohaga Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi…

2 bulan ago

MERIAHKAN KABOGOR FEST, TIRTA KAHURIPAN DEKATKAN PELAYANAN DAN PERLUAS AKSES AIR BERSIH

CIBINONG - KaBogor Fest 2026 merupakan salah satu festival terbesar di Kabupaten Bogor yang menggabungkan…

2 bulan ago

SAMBUT HJB KE-544, TIRTA KAHURIPAN HADIRKAN PROMO SPESIAL SAMBUNGAN BARU

CIBINONG - Sebagai wujud memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun, Perumda Air Minum Tirta…

3 bulan ago

STRATEGI TIRTA KAHURIPAN MENINGKATKAN SUPLAI AIR DI TARIKOLOT

CIBINONG – Menindaklanjuti aduan pelanggan di wilayah Tarikolot yang disampaikan melalui lini pengaduan dan media…

4 bulan ago

MUDIK DEMI ORANG TUA

JAKARTA - Musim mudik telah tiba. Ratusan ribu kendaraan keluar dari Ibu Kota atau pun…

5 bulan ago

GEJALA GERS KABUH SAAT PERJALANAN MUDIK, TIPS PENANGANANNYA

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi lulusan Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengatakan…

5 bulan ago